Dilamar Tuan Duda
Dari tas kecil berwarna hitamnya, Sea mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Emil dan mengabarinya kalau ia sudah sampai.
“Halo, Se.”
“Halo, Mil. Aku udah sampai.”
“Iya, Se. Masuk aja, ya. Aku baru selesai mandi.”
Tiba-tiba ada yang menyergap Sea dari belakang. Ponselnya direbut dan sambungan telepon dimatikan. Tubuh tinggi kurus melingkarkan tangannya kencang di leher Sea. Sea memberontak, mencoba melihat siapa orang di balik tubuhnya. Namun, gerakannya perlahan makin melambat karena sapu tangan yang membekap jalur pernapasannya mengandung obat bius hirup.
Hot Chapters