Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

PENDEKAR BUTA DARI LEMBAH HANTU

Dia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah. Setelah berjalan beberapa jam, Raka sampai di tepi hutan. Di sinilah kabar tentang makhluk-makhluk mengerikan yang bersembunyi di balik pepohonan mulai terbayang. Menurut cerita penduduk desa, banyak yang hilang di sini—misteri yang tidak terpecahkan. Raka menarik napas dalam-dalam, mencoba mengusir rasa takut yang menjalar di dalam dirinya. Dia ingat Lira dan semua penduduk yang mempercayainya. Dia tidak bisa gagal.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

MEREKA BEBAS KETIKA KALIAN MATI

keluh salah seorang pendaki perempuan karena hanya berhasil mengumpulkan sedikit makanan. “Mau bagaimana lagi! Gara gara dikejar serigala sebelumnya, hampir semua pendaki menanggalkan tas carier mereka di Padang Rumput bukan?” sahut pendaki lain. Di sisi lain, Jazlan diam diam naik ke atas dinding, mencoba melihat kondisi di luar benteng tua. Tidak terlihat sama sekali pergerakan dari Mahluk Haus Darah, serigala atau lainnya. Padahal jelas ia tadi mendengar suara ledakan beruntun dari arah luar benteng.
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
selamanya milikku

selamanya milikku

“Tentu saja—kau tidak akan dapat menemukan tempat itu dengan sengaja. Menurut cerita dari kakekku, gunung itu menjawab permintaan kita. Jika kau naik ke sana untuk mencari tanaman obat, maka kau pasti akan menemukan tanaman obat yang kau butuhkan. Bahkan jika tanaman itu sangat langka. Tapi jika kau kesana untuk berburu, kau tidak akan menemukan satupun binatang!” Pria pendek itu menatap temannya setuju. Ia mengangguk. “Saat itu—“ pria pendek melanjutkan cerita yang dipotong oleh temannya. “aku kemalaman dan tidak menemukan jalan pulang. Dalam hati aku berdoa pada dewa gunung, berharap ada penginapan yang dapat menampungku. Dan saat aku melangkah tak tentu arah, tiba-tiba aku melihat lampu y
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

“Itu terjadi di hari bersalju… Saat Papa bertemu seorang gadis kecil yang bulat dan manis, seperti bola salju. Papa langsung jatuh hati, dan nggak bisa menahan diri untuk mendekatinya.” Mentari sore tenggelam perlahan, berganti dengan cahaya lampu hangat di halaman rumah. Aku teringat sejenak pada kehidupanku di masa lalu, saat aku mati dengan cara yang begitu tragis. Siapa sangka, kini aku bisa mendapatkan akhir yang sesempurna ini? Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?”
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU

TEROR MAKHLUK PENUNGGU BUKIT LAMPU BAB KE : 18 SUKMA TIWI DISANDERA RATU KENCANA WANGI 18+ Apakah sebenarnya yang terjadi dengan Tiwi? Setelah dia pingsan di depan kamar mandi, mengapa tiba-tiba dia berada di sebuah kamar yang ada di bukit lampu? Ustad Danu memang berhasil mengusir jin yang merasuki Tiwi, tapi jin itu tidak mati atau jera. Mereka hanya mundur sewaktu-waktu untuk mengatur strategi.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Saat mereka masuk ke lorong gelap, suara pintu utama rumah Ki Jati pecah, diikuti teriakan-teriakan asing dan suara benturan keras. Lorong itu menurun tajam, menuju ke arah luar desa. Raka menoleh sekali ke belakang, mendengar mantra Ki Jati bercampur dengan suara gemuruh di atas. Ratna menariknya. “Jangan lihat ke belakang. Kita harus sampai ke gunung itu… atau semua ini sia-sia.” Di kegelapan lorong, simbol di dada Raka kembali berdenyut lemah, tapi tetap hidup. Seperti peringatan bahwa tiga hari itu akan menjadi perjalanan paling berbahaya dalam hidup mereka.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

Sesekali bunga-bunga itu rontok yang terbang terbawa angin kencang puncak gunung. Mendaki jalan yang terjal memerlukan kerjasama dan saling membantu. Para pendekar muda masih berada di kaki gunung. Mereka bertemu warga lokal yang memberikan petunjuk tentang kondisi puncak. "Puncak ini terkenal dengan keangkerannya. Tetapi jika kalian memiliki niat baik, mungkin kalian akan menemukan keberuntungan di sana," ujar seorang tua dengan rambut putih yang terurai panjang. Setelah melewati desa terakhir, mereka memasuki hutan lebat yang penuh dengan makhluk pengganggu. Semuanya bersatu untuk melindungi satu sama lain.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Rahasia Kekayaan Sang Barista

Rahasia Kekayaan Sang Barista

"Selama hidupku di desa ini, tidak lebih dari lima puluh orang yang pernah mencoba mencapai puncaknya. Tapi tak satupun yang berhasil." Pria itu batuk lagi, kali ini lebih keras, seperti tubuhnya dipaksa menanggung beban cerita yang akan keluar. "Sebagian daripendaki-pendaki itu hilang dan tak pernah turun. Sisanya... jika berhasil kembali, mereka menjadi gila. Ada yang terkena penyakit aneh sampai tak sadarkan diri. Puncak Kunlun itu keramat... ia tak suka diganggu pendaki seperti kalian."
1037.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

bahkan sengaja jatuh bergulir dari atas gunung, demi menunjukkan betapa takutnya mereka saat ini. Setelah sekelompok orang menuruni gunung, anggota Caden yang berlagak takut itu menghubunginya. “Kak Caden, ada hantu di Gunung Giana! Hantu beneran. Kami sudah melihatnya, mengerikan sekali!” “Orang yang lompat ke dalam ruang makam belum pasti ada di dalam sana. Kalau dia ada di dalam, dia pasti sudah mati …. Baik, baik, kami akan segera pulang sekarang.”
9.5997.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22.9K kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Tampilkan Ulasan (176)
Baca
+Pustaka
Tiuri
suka dg cerita nya bikin nangis bikin senyum thor keren.. tdk seperti novel lain yg kebanyakan cerita tentang sex melulu ngeri dan membosankan... kl ini tentang kehidupan ada perkelahian ada, ada persaudaraan dan cinta keluarga yg besar.. sukaaa .. thoor nanti bikin cerita model gini lg yaa............
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
JANGAN AMBIL TUBUHKU

JANGAN AMBIL TUBUHKU

"Iya. Aku adalah seorang pendaki, aku hendak mendaki gunung yang ada di tempat ini. Aku melihatnya dari g****e dan tempatnya tampak menarik." "Biasanya saat hendak mendaki, pasti ada satu atau dua orang yang aku temui di jalan, tapi sepanjang jalan aku tidak melihat siapapun selain kau yang duduk di samping makam." "Dan aku pun tidak tahu apakah kau manusia asli atau jadi-jadian," lanjut Hansel bergumam cukup kecil. "G****e mana yang kau lihat? Gunung ini bukanlah gunung yang biasa didaki, tidak ada seorang pun pendaki yang pergi ke gunung ini."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai kisah horor pendakian gunung
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status