Pesona Istri Yang Kuabaikan
Harusnya malam ini Zitni bersama Nata, tapi karena kehandakNya, saat ini wanita ini bersamaku.
Dua rakaat sudah tertunaikan, Zitni terlihat tegang. Kupikir hal seperti ini biasa terjadi di malam pertama. Aku dan dia memang sudah cukup saling mengenal tapi tetap saja kami memiliki batasan.
Kupegang tangannya yang terbalut mukena. " Kalau belum siap, Abang gak akan minta sekarang. Masih bisa menunggu lagi, lagipula pasti kita sama-sama lelah," ucapku, mencoba menenangkannya.