Takdir Cinta Khairunnisa
Berusaha kutelan saliva yang tiba-tiba menjadi sekeras batu.
"Saat akan mengambil air wudu untuk salat Isya, Ibumu terpeleset, Nis. Jatuh ... dan kepalanya membentur dinding samping tempat wudu. Kami langsung membawa Ibumu ke sini. Lalu memberinya air putih. Saat itu, ia masih sadar, masih sempat memanggil-manggil namamu dan berpesan menitipkanmu pada kami. Selang beberapa detik, dengan suara yang lemah ibumu berpamitan. Kemudian, kami tuntun ia melafazkan kalimat tauhid. Alhamdulillah ... ia dengan lancar melafazkannya. Sejenak ibumu terdiam, kemudian mengembuskan napas panjang, napas terakhirnya. Tenaaang sekali .... Lihatlah! Dia tersenyum. Semoga husnul khotimah, Nis. Ikhlaskan kepergian
ตอนยอดนิยม