Jurnal Sang Dokter
Romansa menghela nafas panjang, dia memejamkan mata sekejap.
“Bagaimana kabar Rosi, apa dia baik baik saja,” gumam Romansa.
“Apa aku boleh menuliskan kisahnya? Kisah yang begitu kelam,” lanjut Romansa. Tak terasa air matanya menetes, jatuh, terjun bebas membasahi pipinya.
Romansa beralih ke meja dan tempat duduknya, dia membuka komputer lipat, menghidupkannya, lalu menghela nafas panjang.