HATI ADINDA
Mama merasakan suara yang tiba-tiba hilang, ia pun terjaga, “Adinda? Kamu pulang?”
“Iya Ma….ayo tidur, lama banget pak Beny dan keluarganya ngobrol, mau pamit pulang duluan nggak enakan Ma.” Keluh Dinda melepaskan sepatunya dibelakang sofa mama.
Mama berangsur bangkit dari sofa melihat pada sang anak, “Sabar, kalau nggak mau ikutin perintah Bos ya jadi Bos.”
Dinda melebarkan tawaanya,”Doain ya Ma, segera…DInda masuk kamar ya, Mama sudah minum obat?”
Hot Chapters