여기 kita rehat sejenak와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 kita rehat sejenak와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Fantasi 및 Romansa 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Penyesalan CEO: Mantan Istri Melahirkan Pewaris Rahasia부터 시작해보세요!
“Tidak. Aku sudah janji akan memikirkannya. Aku pasti akan beri jawaban.”
Raka mengembuskan napas panjang, dadanya sedikit lebih lega. Ia menaikkan jendela mobil pelan-pelan, seolah menutup percakapan yang terlalu rapuh untuk diteruskan. “Istirahatlah. Selamat malam.”
Kirana tersenyum sambil melambaikan tangan. “Hati-hati di jalan.”
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Dinlea
novel ini bagus ceritanya..
cm terkadang ada rasa utk menskip krn bahasa yg digunakan terlalu bagus.. shg aku yg kurang pandai ini lebih suka bahasa yg langsung tp the poin dari cerita. tanpa perumpamaan..
maaf y Thor mksh
Tak terlalu ambil pusing.
" Nanti istirahat kedua mau ke kantin nggak?" Tanya Chesia membuat Kiara menggeleng kecil.
" Nggak dulu deh Chesi. Gue ada urusan nanti" ucap Kiara membuat Chesia mengangguk kecil.
* Istirahat kedua *
Apa mereka nggak nyesek coba?
Aku mengempaskan tubuh ke sofa panjang di depan televisi. Rebahan di depan televisi adalah salah satu posisi paling nyaman. Satu stoples keripik kentang sudah ada dalam pelukan. Menikmati liburan tanpa gangguan Om Restu menjadi salah satu surga dunia. Paling nggak aku bisa mengistirahatkan hati dan pikiranku yang sudah bekerja keras selama satu minggu ini.
tanya Luka yang napasnya tersengal, rasa lelah merayap di tubuhnya setelah berhari-hari yang nyaris tanpa istirahat.
“Kita tidak punya pilihan, mau berbalik pun percuma.” jawab Kai yang menoleh ke arahnya. Luka menghembuskan napas kasar.
“Melelahkan sekali! Kai, istirahat dulu aku sudah tidak sanggup bergerak.” celoteh Luka, ia langsung duduk di balik batu besar tanpa menunggu jawaban Kai.
“Kau kenapa?” tanya Luka pada Dara yang terlihat lebih diam dari biasanya. Dara menggeleng dan tersenyum tipis.
Oh tolong, jangan bicarakan snorkeling atau diving, mereka masih butuh waktu untuk beristirahat menenangkan perut mereka yang bergejolak dan meredakan sakit kepala.
Sekitar satu jam yang mereka habiskan untuk beristirahat sambil menghabiskan teh hangat.
“Udah enakan?” tanya Caraka sambil mengusap pipi istrinya yang kini rona merahnya kembali.
“Udah. Abang?”
“Udah. Gimana? Mau snorkeling? Diving? Atau nongkrong aja di sini?”
“Aku pengen diving—”
Pikirannya bekerja keras mencoba mengingat bagian yang salah atau hal yang tidak disadarinya, namun Lita sama sekali tidak mengerti.
“Lita, aku agak capek…,” gumam Rey pelan.
Setelah mengamati ekspresi Rey, Lita menggigit bibirnya pelan lalu menghela nafas. “Maaf kalau aku ganggu waktu istirahat mu… Aku balik dulu.”
Perempuan itu beranjak dari tempat duduknya tapi Rey menahan tangannya.
“Aku minta maaf, tapi aku mungkin tidak bisa hubungin kamu selama beberapa waktu… aku butuh istirahat dan waktu ku cuma sedikit.”
Apakah itu mungkin bisa terjadi?
Senja membuang napas panjangnya. Kenapa dia sampai berpikir tentang Rey dan juga Gia lagi. Harusnya dia senang dan menikmati hari dimana kebebasan sudah berada di genggamannya.
Terkadang pekerjaan yang senggang, membuat pikiran bisa melalang buana tanpa batas, hingga membawa keburukan untuk pikiran itu sendiri.
"Sebaiknya aku ajak Kaina makan di luar," Seru Senja. Dia butuh udara segar untuk menyapu pikirannya tentang kedua orang yang terlalu lama menjadi kotoran hidupnya.
"Mungkin cuma kecapekan. Hari ini banyak banget yang terjadi."
"Kalau capek, ya istirahat. Jangan bikin orang kaget." Naufal menepuk bahu sahabatnya.
Reza terkekeh kecil. "Iya, Dok."
Suasana yang sempat canggung akhirnya mencair. Reza kembali mengusap tengkuknya sambil tersenyum tipis.
"Ya udah, aku cuma mau pamit sebentar, ada urusan.”
Memangnya Aura mau jawab apalagi kan?
“Ya sudah, sekarang lebih baik kamu istirahat. Ingat jangan terlalu lelah, okay?”
“Okay, Ma.”
Aura menarik nafas dalam dan memutuskan untuk keluar sejenak, hendak melepas rasa sesak di da-danya. Berharap dengan begitu hatinya dapat lebih lega. Bukankah udara segar bisa membuat siapapun lebih rileks? Termasuk Aura!