Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kakak Iparku Mencintaiku

Kakak Iparku Mencintaiku

Pilihan pakaian yang dibawanya juga bukan style Ernest yang modis dan menarik. Mata Lillian bergerak lagi, kali ini pandangannya jatuh pada sebuah kotak kardus berukuran sedang yang tergeletak tak jauh dari sana. Ada tulisan dengan huruf besar di sisi atas dan samping kardus 'AWAS! PECAH BELAH!' dan 'MUDAH TERBAKAR!'. Dia semakin heran saat melihat botol - botol kaca yang sering dia lihat di laboratorium. Tabung - tabung reaksi itu berjajar diatas meja lengkap dengan pipet.
107.4K viewsCompletedAdded to Library 279 Times as kolam kaca
Read
+Library
Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Cinderella Tanpa Sepatu Kaca

Lalu, terdengar suara benda jatuh dan pecah. Krisna melongo memandangi hasil kerjanya. Vas bunga besar di sudut ruang kerjanya sekarang sudah tak berbentuk di atas lantai. Pecah berkeping-keping. Dan, pria itu hanya bisa mengucapkan satu kata. "Sial." *** Jingga berbaring di tempat tidurnya dengan mata masih terbuka. Ia mengerjap bingung karena barusan merasa sudah tertidur nyenyak, tapi mendadak terbangun. Lalu, ia teringat alasannya.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as kolam kaca
Read
+Library
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Kotak kaca itu terbuka dengan klik yang kecil. Caelan menuangkan isinya ke telapak tangannya. Delapan serpihan, ukurannya berbeda-beda, yang terbesar tidak lebih dari dua ruas jari. Kilau hijau toskanya terlihat stabil di bawah cahaya teras, bukan kilau yang bergantung pada sudut cahaya tapi kilau yang berasal dari dalam materialnya sendiri.
1031.0K viewsOngoingAdded to Library 1.1K Times as kolam kaca
Read
+Library
SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

SETELAH MASUK NOVEL, AKU MENJADI ANTAGONIS GILA

Namun, mereka juga merasa berkewajiban melindungi Arsenia yang tampak seperti boneka porselen yang bisa hancur kalau disentuh terlalu keras. Mereka tidak sadar, dan memang tidak ingin sadar, bahwa "kaca" yang mereka lindungi dengan penuh kehati-hatian itu sebenarnya bukanlah kaca biasa. Itu adalah kaca tajam yang bisa memotong urat nadi siapa pun—termasuk urat nadi mereka sendiri—dalam sekejap mata jika mereka salah langkah. "Donatnya enak, lho, Cal! Ada rasa matcha yang katanya diimpor langsung dari Jepang!" Xayyan memecah keheningan, menyodorkan kotak donat ke arah Callista.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as kolam kaca
Read
+Library
Koma

Koma

Sebuah benda tipis terjatuh dari sela-sela lipatan sapu tangan tersebut, Rimba memungutnya dari lantai. Bola mata Rimba melebar tak percaya mendapati sobekan kertas kecil dengan tulisan awut-awuttan, tapi untung masih bisa dibaca. Rimba membaca sekali lagi secara perlahan, menajamkan penglihatanya. Namun tulisan itu masih tetap sama. Temui gue di atap besok. ========================== ============== Salam hangat dari perempuan yang hobi gantungin
102.8K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as kolam kaca
Read
+Library
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

“Elvano… lihat ini. Aku menemukannya di kotak musik. Ibuku meninggalkan pesan. Ia menyebut… kaca kedua rumah sakit. Kau pikir maksudnya apa?” Elvano membaca cepat, lalu matanya menyipit tajam. “Kaca kedua… bisa jadi maksudnya ruang observasi di laboratorium. Di sana memang ada dua lapis kaca: satu untuk pemisahan udara, satu lagi untuk pengawasan. Kalau pesan ini benar… mungkin ibumu tahu ada kemungkinan hasil bisa dimanipulasi.” Jantung Raina berdetak cepat. “Kau pikir hasil tadi… palsu?”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as kolam kaca
Read
+Library
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Dinginnya menembus telapak kakiku yang telanjang—sandal putusku sudah kutinggalkan di tempat sampah kantor tadi. Aku mengangkat wajah, dan napasku tercekat. Seluruh dinding di hadapanku terbuat dari kaca transparan setinggi lima meter. Di balik kaca itu, Jakarta terhampar seperti hamparan permata yang berserakan di atas kain beludru hitam. Lampu-lampu gedung pencakar langit, deretan lampu merah kendaraan yang terjebak macet, semuanya terlihat begitu kecil. Begitu jauh.
9.472.7K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as kolam kaca
Read
+Library
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

--- Gelap total. Ketika matanya mulai terbiasa, ia menyadari bahwa ia berada di lorong sempit dengan dinding kaca di kedua sisi. Dari kaca itu, puluhan wajah menatapnya beberapa orang yang ia kenal dari desa, beberapa asing. Mereka mengetuk kaca, mulut bergerak tanpa suara. --- Langkah-langkah bergema di belakangnya, meski seharusnya tidak ada suara sama sekali. Raka berbalik.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 68 Times as kolam kaca
Read
+Library
Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

Sentuhan Pak Dosen: Harga Sebuah IPK

​Brata berdiri, berjalan ke jendela, melihat hujan. ​"Tapi saya peringatkan satu hal, Soraya," kata Brata tanpa menoleh. "Dinding pertahanan kamu itu... kaca. Kelihatannya keras, transparan, elegan. Tapi kaca itu material getas (brittle). Sekali retak, dia bakal pecah berantakan." ​Brata berbalik, menatap Soraya serius.
2.2K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as kolam kaca
Read
+Library
PENJELAJAH WAKTU DAN JEO

PENJELAJAH WAKTU DAN JEO

Untuk apa susah payah merekatkan potongan kaca yang membuat pusing kepala. "Kau kira itu kotak kaca biasa?" Frank bertanya. Bora menggeleng sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Betul juga, dia ada di dunia sihir. Kotak kaca tentunya bukan kotak kaca biasa yang ada di toko atau rumah. Frank melanjutkan. "Itu kotak kaca yang didesain khusus oleh Master Qerrell. Jadi kalau rusak, yang kita bisa lakukan hanya memperbaiki. Maksudku Zed yang memperbaiki."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as kolam kaca
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status