Silakan, Urus Putrimu Tanpa Aku
Sesekali jari putriku menyentuh pundak anak surga itu agar dia mau melihat ke arahnya.
"Ibu, boleh, tidak kalau putrinya dipeluk anak saya? Dia sangat merindukan kakaknya yang memiliki kesamaan seperti putri, Ibu," kataku menebalkan muka di depan pelanggan yang satu ini.
"Oh, ya? Emangnya di mana kakaknya si Adek?" Wanita itu balik bertanya.
"Sudah berpulang."
"Oh, ya ampun ... maafkan saya," ucap wanita cantik berkaca mata itu seraya memegang tanganku.