Ifat
Akan tetapi, pekikan mereka semakin pelan, dan, aneh.
“Koo.., niii.., chiii! Kooooo..,”
Di sudutnya sana, Konichi masih berdiri tegak, bola matanya berputar-putar. Ia mulai limbung, kemudian, bruug! Ia pun tumbang seperti kayu kulim ditebang pembalak liar.
Serentak penonton bungkam, ternganga. Mereka tak percaya dengan penglihatannya sendiri. Sejak aku melangkahkan kaki yang pertama, terhitung hanya sepuluh detik dan Konichi pun KO.
Sikat na Kabanata