WARISAN DARI BAPAK
"Tapi ingat, Hel, di rumahku tak ada yang gratis. Mau makan, nyapu dulu!"
Mas Helmi tak berkutik, hingga akhirnya ia mengangguk.
"Nanti, Adek bantuin cari kontrakan Mas. Di sini kan murah. Kemarin ini rumah Pak Jaedin dikontrakin. Nggak tahu sekarang ada penghuninya apa nggak."
"Yang bayar siapa?"
Aku memutar bola mata, jengah.
"Ya Mas, lah! Siapa lagi?"