Cinta Pengganti
“Tukangnya ke mana?”
Kiya meringis, sembari melewati Gilang untuk menghampiri rumah yang dibangunnya sejak lama, tetapi belum selesai-selesai hingga saat ini. “Bangun rumah itu ternyata nggak gampang, Mas. Apalagi aku sibuk kerja, jadi aku serahin sama kontraktor. Aku sudah bilang, kan, pernah kena tipu. Udah bayar banyak, tapi malah kabur.”