Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

Kualihkan Harta Saat Suamiku Tak Setia

“Cafe Mafaza menyediakan berbagai menu. Menu andalan aneka macam kopi. robusta, torabika, cappuchino, americano. Promo beli 2 cup gratis 1. Ada banyak snack juga. French fries, roti bakar, pohong keju juga ada. Ada lalapan ayam krispi dan ayam bakar. Silahkan. Gak nyesel deh.” Kalimat-kalimat itu sudah kuingat di luar kepala. Namun terkadang keberanian berbicara di depan orang memang susah-susah gampang. Syaratnya memang harus tebal muka. Rasanya ingin kusembunyikan wajahku dibalik topeng sehingga rasa percaya diriku meningkat. Takut orang-orang mengenaliku dan membicarakanku dari belakang. Belum lagi rasanya dikacangin sama orang-orang yang melewatiku. Padahal sudah teriak-teriak mempromosi
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

PEMBALASAN ISTRI PELIT YANG SESUNGGUHNYA

Menatap deretan kursi yang terbuat dari kayu. Meja bundar kekinian yang menghiasi cafe miliknya. Cat warna-warni menambah kenyamanan anak muda menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tidak lupa dilengkapi dengan fasilitas WiFi yang harus ada. Soal menu, jangan ditanya. Rani dan juga Agus menjadikan kopi adalah minuman andalan di sini. Ditambah beberapa makanan seperti mi goreng, nasi goreng dan aneka makanan kekinian yang lain.
1094.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Kekasihku, Jodoh Saudara Kembarku?

Kekasihku, Jodoh Saudara Kembarku?

"Aku lihat di depan banyak meja sama kursi gitu." "Bisalah," kata Aneska. "Enggak cuman kue, roti, dan pastry, di sini kan ada coffee juga. Jadi enak kalau mau nongkrong." "Aku boleh nongkrong?" tanya Kaivan. "Enak juga kayanya minum kopi sambil makan kue ditemenin angin sore."
62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
TETANGGAKU SUAMIKU

TETANGGAKU SUAMIKU

Jelita memegang cangkir kopi yang terasa masih panas, lalu menyeruput seteguk minuman dengan rasa manis itu. “Kamu pesan apa?” tanya Jelita pada lelaki di depannya. “Hmm, cappucino aja.” Kevin memanggil seorang pelayan yang sedang mencatat pesanan dari meja lain. Beberapa menit kemudian, pesanan itu datang. Kevin dengan secangkir cappucino dan Jelita dengan secangkir kopi susu kesukaannya. Alunan musik pop Barat mengalun lembut di telinga. Hampir seluruh sudut cafe dipenuhi oleh pasangan muda-mudi, karena memang cafe itu ramai dikunjungi oleh orang-orang berpasangan.
1019.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Kekasih Pura-Pura CEO

Kekasih Pura-Pura CEO

James berkata dengan lugas. Ralph pun menuruti ucapan James. "Ada apa saja?" tanya Ralph. Dia memang tidak mengerti menu yang ada di kafe ini, karena dia tidak pernah mendatangi kafe seperti ini. "Tidak perlu khawatir. Kopi di sini lengkap. Tetapi kupikir kau pasti akan memesan doppio." Balas James yang langsung berlalu pergi memesankan doppio untuk Ralph, karena kafe ini bukan sejenis kafe luxury yang memiliki banyak waiters dan bisa memesan melalui meja sendiri.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Yang ia butuhkan hanya kursi, meja, makanan, dan sedikit ketenangan. Mereka melangkah ke sebuah kafe di lantai dua. Nuansanya hangat, lampu kuning redup berpadu dengan interior kayu dan sentuhan hijau tanaman hias. Aroma kopi yang baru digiling bercampur dengan harum pastry yang baru keluar dari oven. Musik instrumental lembut mengalun dari speaker, cukup untuk mengisi ruang tanpa mengganggu percakapan. Seorang pelayan menyambut mereka dengan senyum ramah. Bagas hanya mengangguk singkat, sementara Rio yang lebih terbiasa dengan interaksi seperti itu langsung memesan meja di sudut.
9.313.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 526 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

Menyingkirkan Pelakor Tak Tahu Diri

Mitha hanya sedang memancingnya dan dia tidak boleh gegabah jika tak ingin rahasia yang dipendamnya terkuak. Terdengar bunyi lonceng ketika Kevin mendorong pintu kaca berwarna bening itu. Aroma khas kopi berkualitas tinggi menyambut penciumannya. Cafe itu tidak terlalu besar, hanya tersedia beberapa kursi dari kayu jati saling berhadapan yang dibatasi meja kayu berbentuk bulat. Sepertinya bagian dalam dibuat senyaman mungkin bagi orang-orang yang membutuhkan ketenangan. Berbanding terbalik di bagian luar. Beberapa buah payung bercorak cerah dipasang berjajar dengan jarak tertentu. Di bawahnya di letakkan beberapa kursi tanpa sandaran yang serupa dengan meja, hanya saja meja lebih tinggi dari
108.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Di mana Rindu ini Kutitipkan

Di mana Rindu ini Kutitipkan

Jawab waitress singkat. “Kalau begitu, kopi hitam saja.” Sally kemudian berjalan keluar café dan memilih duduk di pojok. Tiba-tiba ia mengeluarkan laptop dan sebuah majalah. Ia nampak serius sekali. Aku tidak berani mengganggu. Aku memilih menyulut rokok dan melihat ke seluruh ruangan café. Melihat daftar menu yang berada di meja, dan melihat desain dari ujung-ujung.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
The Love Story Of Kinanti &Kinoy

The Love Story Of Kinanti &Kinoy

petugas cafe itu datang dan menghampiri mereka berdua. "Ada yang bisa kamu bantu,mas/mba?" "Kami mau makan disini!" "Apa kalian sudah pesasn meja,?",tanya petugas cafe. "Iya,sudah" "Atas nama siapa,ya?" "Atas Nama Kinoy Prayoga!" "Oh,Kinoy Prayoga! di sebelah sana,meja VIP" "Terima kasih,mba" Lalu mereka pun menghampiri meja itu.sesampainya di meja itu, mereka duduk di kursi.Kinanti terkejut atas kejutan itu.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
My Supermodel Husband

My Supermodel Husband

Berniat menikmati sarapannya bersama-sama. Flo menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya. Bergabung dengan Kafa. Melihat makanan yang begitu banyak membuat Flo terkesiap. Berbagai hidangan tersaji. Namun, sepanjang menyapu pandangan, dia tidak menemukan sesuatu. “Apa tidak ada nasi?” tanya Flo polos. Kafa yang sedang menyesap orange juice-nya, seketika langsung tersedak. Buru-buru Kafa mengambil tisu untuk mengusap kopi yang terdapat di sudut bibirnya.
9.917.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai kopi di meja cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status