KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Cina?“ Bola matanya membulat sempurna saat membaca informasi dari mesin pencarian. Naira menghela napas berat.
“Jauh banget,“ keluhnya sambil mengerucutkan bibir. Namun dia tak berhenti begitu saja. Jemarinya kembali menari, mencari tiket penerbangan, hingga estimasi biaya selama di sana. Saat angka-angka muncul di layar, dia terdiam. Napasnya tertahan.
“Sebesar ini biayanya?” gumamnya pelan.
**
“Bagus banget, Kak. Tapi kayaknya masih kurang payet di bagian lengan, ya?” Hilma berkomentar sambil mematut diri di depan cermin.
“Iya, aku juga berpikir begitu,” jawab Naira, tersenyum tipis.
“Tapi kebetulan kami kehabisan payet,“ lanjutnya.
Hot Chapters