Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

seru Kevan pada Ziyad. Mendengar seruan Kevan, Ziyad segera membuka tasnya. Dia mengeluarkan beberapa kotak kecil dan meletakkannya di atas meja. Ya. Semua itu adalah kotak kecil hitam elegan dengan corak batik berwarna gold pada pinggirannya. "K.C Tobacco." Senopati membaca nama perusahaan tembakau milik Kevan. Tulisan miring itu terdapat di bagian atas kotak.
9.8128.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai kotak apar
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Hai! Hai! Zoya di sini. Maaf yah, Zoyaliciouz. Kemarin aku tidak dapat signal cuaca buruk jadi hanya update 1 bab. Hari ini Insyaallah update seperti biasa 3 bab. Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah memberikan germ. Beri komentar bintang 5 yukk agar bintang di novel ini menyala! Mamacih
Baca Semua Ulasan
Menyesal Usai Talak

Menyesal Usai Talak

Bukankah kemaren tidak ada? 'Apa ini?' Kubaca catatan yang berada diatas dus. 'Ada kotak ini dibawah sudut ranjang ketika Zara bersihkan. Jadi Zara taruh di sini biar Mas langsung lihat ketika masuk. Oleh Zara'. Aku langsung membuka kotak itu. Satu buah kemeja Koko berwarna putih dengan beberapa corak bunga, sangat indah. Ada sebuah surat di dalamnya.
10132.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.2K kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Hijrah di Bawah Tuntunan Gadis Malam yang Kusewa

Maksudnya apa? "Kenapa A'?" "Isi kadonya aneh." "Aneh gimana?" "Coba kamu lihat!" Al menyodorkan kotak tersebut ke arah Dina, istri Al itu segera menerima kotak tersebut, dan beberapa saat kemudian ia menunjukkan ekspresi yang sama. Dina mengeja tulisan yang tertera di dua botol kecil tersebut. "Misk Thoharoh? Minyak Bulus? dan Tissue?maksudnya apa ya, A'?"
9.965.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Forgotten You

Forgotten You

ucap Dewa seraya memperlihatkan isi kotak tersebut. “Ngeri gak sih kita hampir tiap bulan atau minggu dapetin paketan gitu terus? Itu maksudnya apa coba?” tanya Fauzi sembari netra bundarnya menatap banyak pasang mata di sana. Dewa hanya terdiam sedangkan Farel, Sang leader terlihat tengah berpikir. Lelaki yang mengenakan kemeja menaruh kotak tersebut di atas meja di hadapan mereka.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

“Kita buat kotak surat tempat semua penghuni bisa mengeluarkan keluhan, kebencian, atau melampiaskan apa pun. Dan tidak terikat untuk seseorang. Bisa apa pun. Semua orang bisa membacanya, jadi tidak perlu khawatir bakal ketahuan. Toh, itu surat kaleng. Bedanya, ini membuktikan keberanianmu mengumpat seseorang.” Gagasan itu kedengaran sangat aneh. Namun, pembuatan kotak surat tetap dilakukan. Letaknya, di pondok utama—tempat para penghuni biasa berkumpul dan bermain di tempat-tempat hiburan. Kotak suratnya tak terlalu besar—hanya seperti kotak surat pada umumnya. Uniknya, kotak surat itu bukan terbuat dari besi atau logam tertutup. Kotak surat itu terbuat dari kaca. Jadi, siapa pun bisa melih
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 675 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Menikahi Sang Pendendam

Menikahi Sang Pendendam

Barra Hutama. Kotak pertama adalah Flower Box berisi dua puluhan mawar berwarna kuning dan orange dengan pita besar di sekeliling kotak. Saat Celine hendak membuka kotak kedua yang berukuran lebih besar. Seketika itu pula ponselnya berdering. Nama Barra berada di layar ponsel. “Ya, Barra?” [“Sudah menerima kotak yang aku kirim?]
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 438 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat

*Klik. Pintu baja itu terbuka perlahan, mengeluarkan hembusan udara dingin yang berbau logam. Di dalamnya, tidak ada tumpukan emas atau uang tunai. Hanya ada beberapa kotak kayu jati dan map kulit berwarna cokelat tua yang diikat dengan tali rami. Aiko mengambil salah satu map yang paling tebal. Labelnya tertulis: *Proyek Jaminan 2019 – Keluarga Sasaki.*
833 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

“Apa ini?” “Buka saja,” jawab Radit sambil tersenyum. Kotak itu berisi miniatur kuda terbuat dari perak, karyanya para pengrajin istana. Arka bersorak kecil, matanya berbinar seperti mendapatkan harta karun.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

Menikahlah, Nona! Pewaris Playboy Tergila-Gila Padamu!

"Baunya... aneh." Meira berjongkok di depan peti itu, menyingkirkan tumpukan karung kecil pembungkus kakao, lalu menarik sebuah kotak logam dari dasar peti. Permukaannya kusam, dipenuhi bercak kehijauan akibat oksidasi. Kotak dengan model ini umum dipakai berabad-abad lalu untuk melindungi barang selama perjalanan laut. "Hm." Meira mengambil jepit rambut dari kepalanya.
10234 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Ketika Nyonya Jahat Tidak Lagi Peduli

Ketika Nyonya Jahat Tidak Lagi Peduli

Bukan Adrian yang turun, melainkan Leo. Anak itu membawa sebuah kotak kecil. Ia berjalan ragu-ragu masuk ke dalam ruko yang berdebu. "Ma... aku tahu Mama tidak suka barang dari Ayah. Tapi ini aku beli pakai uang tabunganku sendiri." Leo menyerahkan kotak itu. Arischa membukanya dan menemukan sebuah pot kecil berisi tanaman kaktus mini. "Kaktus itu tahan banting, tidak butuh banyak air, dan bisa hidup di tempat sulit. Mirip...seperti Mama sekarang," ucap Leo pelan sambil menunduk.
532 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai kotak apar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status