Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Devil Beside Me

Devil Beside Me

Zee berteriak keras, ia menangis pilu dengan tubuh yang bergetar hebat, menangis di tengah kerumunan orang-orang yang sedang menari. "Aku membencinya, aku sangat membencinya, ak-aku tidak yakin bisa melupakannya." Ia bergumam sambil terus menangis, matanya bahkan sudah sangat sembab. Ia sangat tidak yakin dengan kondisinya sekarang mungkin terlihat sangat kacau dan berantakan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 226 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Istri Kedua Tercinta Tuan Muda

Namun, karena membayangkan kejadiannya seperti apa, Kina tertawa lebih kencang. "Angie."
1087.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ku menangis membayangkan
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe. Mohon maaf untuk bab 15, dan tolong jangan dibaca dulu. Bab tersebut bukan bab dari cerita ini, CaCi salah up. Sekarang sedang proses revisi, tetapi karena besok hari Minggu dan editor libur mungkin hari Senin baru revisinya direview oleh editor. Mhn Maaf sekali lagi, MyRe. 人⁠ ⁠•͈⁠ᴗ⁠•
ryutaa
12-8-25 23:40 done kelar baca novel ini hehehe cerita disini jg ada spilannya nindi n cacan makasih ya kak,ceritanya seru semua... cuma agak gmna gitu giliran mendekati ceritanya zana-ebrahim typo nya banyak bngt hiks T.T tp ku suka kok wlwpun kadang kesel pas Nemu typonya ahaha. maapken ya caci
Baca Semua Ulasan
PENDEKAR KAISAR RASKAR

PENDEKAR KAISAR RASKAR

“Urgh…! Su–sungguh sangat memalukan sekali!” “Tenanglah…! Aku juga akan ikut menangis tepat setelah kau menangis. Pastikan kamu juga menangis dengan keras dan nyaring! Biar lebih menarik perhatian, kamu juga bisa bertekuk lutut tanpa perlu ragu sedikit pun sama sekali!” “A–apa?!”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Istri hanya Status

Istri hanya Status

Aku hanya ingin merasakan pernikahan yang bahagia tanpa ada dia di antara kami. Aku memejamkan mata, membayangkan mas Abian mengucapkan ijab Kabul untuk perempuan lain. Sakit, dada ini terasa sesak seketika. Hati ini pun bagai dicabik-cabik hingga tanpa terasa sudut mataku berair. "Sayang, kenapa malah menangis?" Kedua tangan mas Abian menangkup wajahku. Mengusap air bening di sudut netra ku dengan lembut. Aku masih enggan berbicara.
1055.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Bahunya mengendik ke atas tanda kaget. Kuhela napas dalam dan mengembuskannya agak kuat. Aku benar-benar pusing. Bahkan ini sudah ke tahap tujuh keliling! “Ris, bisakah kamu berhenti menangis? Aku lama-lama bisa gila!” Aku mendekatkan wajah padanya. Memiringkan kepala sembari membeliakkan mata. Bayang tentang Umma semakin jelas di netra. Membuat kepalaku bahkan rasanya terkocok-kocok dan ingin memukul apa saja untuk mengusir rekam masa lalu yang terputar jelas. Trauma, ya, aku sangat trauma saat melihat wanita menangis pilu begini.
9.875.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Mama Muda

Mama Muda

Naomi pun menangis sejadi-jadinya. "Mas, aku mimpiin bunda," lirihnya dengan air mata yang menggenang di pelupuknya. Memang kebiasaan seperti itu, jika bermimpi buruk apalagi sampai menangis, maka kita akan terbangun dengan air mata, seolah mimpi itu benar-benar baru saja terjadi. "Tidak apa-apa, sayang. Tenanglah. Bunda kamu udah tenang di alam sana."
1023.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 808 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Apa beliau habis menangis? “Tante lagi di Mentawai,” bisikku kepada Bang Vian. Terdengar isakan di seberang sana. Dugaanku benar, beliau sedang menangis. Mungkinkah sudah bertemu lagi dengan anak dan suaminya? “Syukurlah. Saya khawatir, takut Tante kenapa-napa,” tanggapku masih merasa cemas, “gimana? Udah ketemu sama keluarga Tante belum?”
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Terikat Denganmu

Terikat Denganmu

Joo In menyeka air mata yang ada di ujung matanya "seperti apa kriteria pria yang akan menarik perhatian seorang Kayulla Abriella." Kayulla merenung, matanya menerawang jauh, dan sekelibat kenangan masa lalu langsung menghantamnya. Saat dia bersama dengan seseorang, pertengkaran, dan suara tangisannya yang pilu, memenuhi rongga dadanya. Pandangannya gelap, hatinya tercekat, dia mulai sulit bernapas.
359 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Ranjang pelunas hutang

Ranjang pelunas hutang

Entah mengapa wanita itu seperti memiliki magnet penarik tersendiri. Mawar menatap ke luar jendela, matanya berkaca. Sebisa mungkin dia menahan laju air matanya. Ini semua seperti mimpi baginya. "Kamu nggak papa?" ucap Agung sedikit khawatir. "Nggak papa pak, saya hanya teringat dengan Ibu saya di kampung." Mawar menghapus air yang menetes di ujung mata. "Kenapa wanita selalu menangis karena alasan konyol," celetuk Dimas.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Tante, Menikahlah Dengan Papa Galakku!

Air mata tiba-tiba saja berlinang membasahi pipinya, menggigitnya perlahan malah membuat air matanya semakin deras keluar. Cuaca semakin panas, Varen memakai jas yang cukup tebal. Keringat sudah bercucuran membasahi tubuhnya, dengan heran bertanya, “Bukankah aku sudah membelikanmu manisan, kenapa masih menangis?” “Karena ketika aku makan manisan ini, akan mengingatkanku pada sesuatu.” “Sesuatu apa?”
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai ku menangis membayangkan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status