Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Aku Tak Punya Siapapun Lagi

Liliana bertanya kepadaku sambil menangis. Air mataku jatuh, tetapi aku tersenyum, Liliana masih berlidah tajam tetapi berhati lembut, di dunia ini dia adalah satu-satunya yang benar-benar peduli padaku. Aku ingin berbicara, tetapi aku terlalu lemah hingga tidak bisa mengeluarkan suara. Aku memberi isyarat pada Liliana dengan mataku untuk mengambilkan tasku. Dia mengeluarkan surat perjanjian dari tas, meliriknya dan tidak bisa berhenti menangis.
11.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 282 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

Sudut mulut Reyhan bergerak-gerak seolah-olah sedang tersenyum, tetapi juga seolah-olah sedang meminta maaf. "A ... aku minta maaf .... Aku ingin melindungimu selamanya, tapi nggak kusangka …. Aku malah menyeretmu …." "Ini bukan salahmu …" jawabku dengan mata yang berkaca-kaca. "Akulah yang sudah salah mengambil jalan." "Abella .... Kalau ada kehidupan kedua, jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah Keluarga Gredi lagi."
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Aku Tak Mau DiMadu

Aku Tak Mau DiMadu

Kesabarannya tipis seperti kertas tisu, terutama ketika nama 'Naya' terlibat, itu membuatnya sangat sensitif. "Mimpi?" Ustad Yunus mengulangi kata tersebut, kemudian terdiam. Dia termenung, berusaha mengingat-ingat tentang mimpi yang dimaksud. "Kenapa diam? Ayok, jawab, Mas! Jangan bilang Mas demam karena merindukan Naya. Apa benar Mas merindukan Naya?" geram Yumna tak sabar. "Maaf, Dek. Tapi saya merasa ... saya nggak lagi bermimpi."
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Aku Tak Lain Hanyalah Tamu

Aku Tak Lain Hanyalah Tamu

Dan kisah sejati kini berlanjut, hangat di telapak tanganku. Tamat.
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Berharap

Tak Lagi Berharap

Aku pun menggenggam pena erat-erat, menuliskan kalimat lain. [Rendra, kumohon pergilah dari hidupku.] [Kenapa? Kalau kamu benar-benar Citra, memangnya kamu nggak tahu aku menyukaimu?] Tanda tanya di ujung kalimat itu digoreskan begitu kuat hingga menembus kertas.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Girl In Love (Indonesia)

Girl In Love (Indonesia)

Agar kau tahu isi hatiku Semua perjuanganku Tertuju padamu Mungkin kau Tak pernah merasakan Apa yang kulakukan Di setiap pengorbananku S'lalu jadi yang kau mau Menjaga di setiap saat Tapi kau tak melihatnya Mana ada aku cuek Apalagi gak mikirin kamu Tiap pagi malam ku s'lalu Memikirkan kamu Bukalah pintu hatimu Agar kau tahu isi hatiku Semua perjuanganku Tertuju padamu Ho-oo-oo-ah, yeah Ho-oo-oo Ho-oo-oo-ah, yeah Ho-oo-oo Mungkin kau tak merasa Yang t'lah kuperlihatkan Rasa ingin kumilikimu Janganlah kau merasa Bahwa ku hanya main-main Tolong, dengarkanlah Mana ada aku cuek ('tuk kali ini saja)
1019.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 741 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Kenapa Aku Harus Peduli?

Kenapa Aku Harus Peduli?

tanyanya. "Kakak bohong kan?" tanyanya balik. Nahla menjerit heran. "Bohong?" "Besuk teman," ujarnya tersenyum. Nahla menatap Gibran tajam. "Kenapa Kakak terlalu peduli sama aku?" tanyanya menunduk. Nahla menyamakan posisinya dengan Bunga. "Jika aku tanya, apa kamu peduli sama diri kamu sendiri?" tanya Nahla balik.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 161 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

“Tedi, dengar aku. Aku peduli. Aku benar-benar peduli padamu. Teman-temanmu, meski mereka nggak selalu menunjukkannya, mereka peduli. Guru-gurumu juga peduli. Dan aku yakin, jauh di lubuk hati orangtuamu, mereka juga sayang padamu. Kadang mereka hanya tersesat dalam masalah mereka sendiri. Tapi mereka masih orangtuamu. Aku yakin, mereka mencintaimu, meski cara mereka tidak selalu benar.” Tedi menoleh pelan, matanya berkaca-kaca, penuh keraguan, namun ada secercah harapan yang mulai muncul. “Kau pikir begitu? Kau benar-benar yakin?” suaranya terdengar putus asa, seolah mencari pegangan di tengah lautan kepedihan.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Siapa yang Peduli?

Siapa yang Peduli?

“Tidak. Kalau bisa aku ingin jahe susu hangat.” Kepala pelayan yang mendengar itu pun meninggalkan keduanya. Suasana sepi melingkupi keduanya. Hanya terdengar suara gemericik air dari kolam yang berada taman belakang ruangan ini. “Akhir-akhir ini aku suka mendengar suara alam seperti ini.” ujar Kakek Tanuraja, “mungkin karena aku sudah tua.” lanjutnya.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Suka Tapi Tak Cinta

Suka Tapi Tak Cinta

panggilnya lagi lebih pelan kali ini, sepertinya memastikan kalau aku tidak terkena serangan jantung barusan. Kali ini aku bagaikan tersengat aliran listrik yang dahsyat sehingga membuatku tersadar. “I...i..iya..” jawabku susah payah. “Kamu udah sampai surah Al-Haqqoh?” Tanyanya. “I..i.iya.” “Wow hebat…” Kintan memujiku sambil tersenyum.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai ku tak peduli lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status