Tak Sengaja Kutalak Istriku
Bunda Ainuhaarti mendengar siulan di malam harisedikit keluh malam inirenungan sepertiga malamarti mendengar suara orang mengaji tengah malam
lirih Mas Brian mencoba menanam kembali benih keyakinan.
"Terlambat, Mas. Sudah sangat terlambat. Aku lelah ... teramat lelah untuk kembali menguji diri ... dulu pun begitu, kau berjanji tak akan mengijinkan air menetes dari sudut netra ini , kau juga berjanji tuk citaku yang akan menjadi prioritas utamamu. Tapi apa, Mas?! Kau tak pernah benar-benar menepati semua itu," Ucapku, berdecih, sengit.
****