Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Berbeda?” “Saat berbicara, dia terlihat sangat istimewa. Dia cerdas, punya aura positif. Dan senyumannya itu, enggak tahu, tiba-tiba membuat jantungku, berdegup kencang. Aku seakan tidak bosan melihatnya terus berbicara, terus tersenyum. Senyumannya itu sungguh memesona, Jar.” “MasyaaAllah, aku bahagia mendengarnya Kei. Ternyata kamu juga normal!” ujar Fajar, diiringi tawa.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Selanjutnya, dalam hal makanan, bermain, belanja, aku tidak lagi melihat mahal atau tidak, tetapi aku suka atau tidak. "Steak di restoran ini sangat enak. Arya, terima kasih. Aku sangat bahagia." "Pemandangan di kapal pesiar ini sangat indah. Arya, ayo foto bersama." "Setelan jas ini bagus dan serasi dengan gaunku. Arya, besok kita pakai ini, ya?" Yang awalnya, aku merasa canggung, sekarang aku mulai merasa nyaman.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Ku Ingin Bahagia

Ku Ingin Bahagia

Dia cukup menghindari pertengkaran dengan siapapun karena baginya pertengkaran akan hanya menambah beban dan waktu yang sia-sia. “ Kamu biasanya tutup jam berapa? Ibu lihat kamu kadang jam 7 aja sudah tutup kemarin. Kayak orang gak butuh uang aja kamu itu, Fer.” “Bukannya gitu, Bu. Kemarin itu sepi banget jadi Ferdi tutup lebih awal. Biasanya jam 9 baru tutup.” “Itu alasan kamu aja.” “Bukan alasan, Bu. Kalau Ibu gak percaya terserah.’
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Tersesat

Tersesat

Najwa berusaha tersenyum, tapi tetap saja, senyumnya hambar. Setelah sampai di rumah, keduanya disambut oleh Kasumi. Ia menanyakan apa yang terjadi. Namun Nay justru terkesan menghindar, "maaf bu, bolehkan saya beristirahat dulu?" tak mampu berkata apa-apa, Kasumi hanya mengangguk. Ia berusaha memaklumi, "ibu paham, kalian pasti telah menghadapi keadaan yang berat, istirahatlah!" ucap Kasumi pasrah.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Aku Milikmu, Tuan Arsya!

Aku Milikmu, Tuan Arsya!

“Baiklah, Nona. Kamu pantas menjadi ibu dari anak-anakku nanti.” “Aaaa!” batin Sisil histeris. “Senyum mahalnya manis sekali. Ya Tuhan, kenapa dia tampan banget sih?” Ia terpaku menatap wajah Ken yang tersenyum santai di depannya. “Dia sudah beberapa kali mengeluarkan senyum itu hari ini. Apa hari ini mau turun salju?” “Ehem!” Ken berdehem pelan. Sisil tersentak, tersadar dari lamunannya.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Transmigrasi Menjadi Milik Sang Duke Posesif

Transmigrasi Menjadi Milik Sang Duke Posesif

goda Thalassa lembut. Kaelen menatap tangan mereka yang bertautan, lalu perlahan, untuk pertama kalinya sejak Thalassa sakit, ia memberikan senyum tipis yang tulus. Bukan senyum kemenangan yang dingin, melainkan senyum seseorang yang mulai merasa aman. "Aku tidak terbiasa dengan ketenangan ini, Thalassa," aku Kaelen dengan suara rendah. "Bagiku, ketenangan biasanya berarti badai akan datang."
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

suara Seraphine melunak, sebuah nada yang jarang sekali ia tunjukkan. Samudera terdiam sejenak. Ia menyadari apa yang baru saja ia lakukan. Sebuah senyuman tipis muncul di wajahnya. “Mungkin karena gue udah terbiasa ngeliat dua belas kepala tiap hari. Gue terbiasa memastikan member gue dapet yang terbaik,” jawabnya dengan tenang kemudian kembali mengunyah sashimi sambil terus menatap Seraphine.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

ISTRI KECILKU YANG MENGGEMASKAN

Sedikit tersenyum, lalu berkata. [Entahlah, Bunda. Dika seperti berada di dunia yang di dalamnya hanya dipenuhi kebahagiaan setiap saatnya. Eka benar-benar membuat Dika tersenyum, nyaman dan tenang. Suaranya, tingkahnya dan ngambeknya. Seolah menjadi hal yang ingin Dika lihat dan dengar selalu.] Dika menghela napas panjang. Bibirnya membentuk lengkungan kecil, sehingga terlihat seperti bulan sabit. Suara Dika terdengar lirih. Namun, tetap terlihat ketampanannya.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 461 kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
MEMBALAS HINAAN MANTAN SUAMI

MEMBALAS HINAAN MANTAN SUAMI

tegasnya tanpa senyuman. "Dih ... aku kamu nih ceritanya? Geli banget denger elo ngomong kek gitu, Ken. Jijay, bujang lapuk!" Kenan menendang kaki Kevin membuat lelaki yang sedikit lebih pendek darinya itu mengaduh. Bu Wira melotot, kulihat Kenan tersenyum tipis dan kemudian berlalu. Astaga ... dia bisa senyum? Jujur, senyumnya manis sekali seperti es teh di warteg depan kos.
10106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai ku terbiasa tersenyum tenang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status