WARISAN DARI BAPAK
"Oh, gitu. Dia itu teman lamaku, Mbak. Cinta pertama."
Meskipun dia berbisik untuk dua kata terakhir itu, tapi aku bisa mendengarnya. Apa? Cinta pertama? Aku langsung menatap Mas Lian yang langsung garuk-garuk kepala, sementara Kak Ratih langsung pergi meninggalkan wanita itu.
"Sebaiknya kamu pulang saja, hari ini ada acara keluarga," ucap Kak Ratih.
"Yah, Mbak, padahal aku kan pengen ikutan. Boleh kan ya, Li?" tanyanya sambil mendekat ke arah kami.