Blue Flame
Dindingnya dihiasi lukisan protokol kerajaan, sebuah papan tulis panjang membentang di bagian depan, sementara meja dan kursi tertata rapi seperti ruang kelas pada umumnya.
Saat pintu dibuka, Rohana melihat lima wanita lain sudah duduk di dalam, mengenakan seragam pelayan hitam-putih dengan apron. Mereka sempat meliriknya sekilas, lalu kembali menatap ke depan, seolah sudah terbiasa untuk tidak terlalu peduli.
“Duduk. Bergabung dengan mereka,” perintah Madam Elvira tegas, tanpa memberi ruang untuk menolak.
Hot Chapters