Pria Alfiyah
Untung saja tidak menanyakan hal yang aneh-aneh.
"Ouh, Kak Iklil," jawab Aini enteng. Padahal, di dalam hatinya, sekarang tengah berbunga-bunga. Jadi, suara indah ini milik kak Iklil, batin Aini.
"Eh, tau nggak Mbak, Aini itu suka sama kak Iklil." Raisya dengan polosnya mengatakan hal sebenarnya bahwa Aini sedang dilanda asmara. Aini menatap tajam ke arah Raisya, memberikan isyarat kenapa memberi tahu Mbak Uci. Raisya hanya nyengir kuda tak merespon.
Hot Chapters