Noda Dalam Luka
"Sakit sekali rasanya, hati ini terasa tercabik-cabik, koyak menjadi bagian tak berarti, ketika kamu peluk dirinya di depanku, kau bisikkan kata cinta untuknya. Apakah kamu tahu, betapa terlukanya diri ini? Sayang."
"Bunda, mengapa Papa sekarang tidak sayang kita lagi?" bagaikan tersiram air cuka hatiku yang terluka, mendengar pertanyaan Rere yang polos.
"Sayang, kita semua masih sedih, Papamu masih berduka karena kehilangan anak dari Mami Resti," kilahku, supaya Rere tidak banyak tanya lagi
Namun, rupanya aku salah. Berbagai pertanyaan yang sulit untuk menjawabnya keluar begitu saja, dari mulut mungil Rere.