Jerat Cinta Sang Selir
Lelaki kekar itu hanya bisa mengangkat bahunya.
Menyerah, Lilija memilih turun. Saat melewati Barrant, ia berhenti sejenak, lalu berkata, “Maaf kalau aku menyela, tetapi ada yang harus kusampaikan kepadamu. Meski kau tidak menyukaiku, kumohon, pilihlah aku menjadi selirmu nanti. Oke? Please ....”
Sementara matanya masih terpaku pada tangga di mana kekasihnya tadi pergi, Barrant berkata, “Dia juga memintaku hal sama.”
Hot Chapters