Kucari Jodoh Yang Biasa Saja
Akhirnya kami menikmati soto semarang untuk menu makan siang kali ini, selama makan siang ayah selalu menggodaku, ayah rupanya cukup peka dengan perasaan Mas Dika kepadaku.
" Menurut ayah, cukup tampan, tidak malu-maluin lah kalau diajak kondangan." mendengar ayah terus menggodaku aku hanya diam, pura-pura sibuk menghabiskan soto di depanku.
"Widuri tidak ingin memberi kesempatan? Mungkin sedikit membuka diri, sepertiny juga dia orang baik," imbuh Ayah lagi.
Kugelengkan kepala, tak ada kata yang keluar dari mulutku, aku memang selalu kehabisan kata-kata, kalau sudah membicarakan tentang jodoh.
Bab Populer