SUAMI YANG SEMPURNA
“Maaf, saya tidak bisa. Perjodohan kita adalah wasiat dari kedua orang tua saya, yang harus saya tepati.”
Aku terkesiap. Perjodohan dijadikan wasiat? Astaghfirullah ….
“Ya, sudah kalo gitu, kamu bicarakan hal ini baik-baik dengan orang tua kamu untuk menghapus perjodohan kita dari daftar wasiat!”
“Sudah terlambat, Rey. Kedua orang tuaku sudah tiada dan tenang di surga.”
Hening. Mendadak, aku menjadi tidak enak hati, tubuhku berubah menjadi kaku. Aduh, bodoh banget sih, Rey!”