Jerat Rahasia Kapten Ragnar
"Kakek menjadikanku pion, dan You... You menjadikanku tumbal yang indah."
Valencia melangkah maju, kemeja hitam Ragnar yang ia kenakan berkibar, mengekspos paha polosnya yang kini tidak lagi mengeluarkan darah, namun dihiasi oleh garis-garis biru berpendar di bawah kulit, sebuah sirkuit biologis yang mulai mengambil alih sistem sarafnya. Ia mencengkeram kerah kaus Ragnar, memaksa pria itu menatap mata hitamnya yang kini tidak lagi memiliki pupil manusia.
"Tatap I, Ragnar! Apakah setiap kecupan di luka I, setiap pelukan protektif itu... hanyalah cara agar I tetap hidup sampai tiba di meja persembahan ini?"
Bab Populer