KARMA
Rasanya seluruh anggota tubuhku mengeluarkan keringat dingin.
"Aku berharap, kalian mau memaafkan kesalahanku," lirihku. Mbak Lirna terlihat menarik nafas berat. Lalu ia pun berdesis.
"Rasanya tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang bermimpi menjadi korban perebut laki orang atau pelakor. Sedih, sakit hati, benci, marah, semuanya melebur menjadi satu. Tapi itu sudah takdir. Jika kamu meminta maaf dengan tulus, maka aku tidak memiliki hak untuk tidak memaafkanmu," tegas Mbak Lirna terdengar angkuh. Ini yang paling aku benci dari kata maaf. Aku malas mengulur hatinya. Maka kujawab saja dengan singkat. Permintaan maaf dariku saja sudah membuatnya besar kepala.
Hot Chapters