Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LEAK

LEAK

"Aku tadi melihatmu menyeringai. Kenapa kau seperti itu, Arjuna?" Kali ini ada ketegasan yang terdengar jelas dari balik kelemah lembutan nada bicara Gayatri. Apalagi tatapan bola matanya yang berwarna coklat terlihat tajam memandang Arjuna. Seakan ada intimidasi yang menghujam. Untuk mengorek kejujuran lawan bicaranya. Note: 1. Bade: Tempat wadah mayat untuk upacara ngaben.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

Dan pilihan kata Manggala—mainan—itu terdengar lebih buruk dari yang semula Nayara kira. “Itu… astaga… asbun banget. Nggak ngelihat gue buluk gini?” Nayara terkekeh. “Gue juga heran. Tapi kayaknya cuma untuk memuaskan hasrat menghina gue aja deh.” “Sorry ya.” Nayara pun meminta maaf. “Kok?”
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Belum selesai kalimat itu, Yatmi kembali tertawa, kali ini disertai cibiran dan kata-kata hinaan lainnya. "Kasihan ya. Punya anak, tapi nggak punya suami. Eh, sekarang malah gila kaya gini. Bapakmu udah mati dari dulu, lupa? Dasar PIKUN!" bentak Yatmi yang membuat Asih maju dua langkah sekaligus. "Tolong jangan membuatku semakin marah. Sekali lagi kutanyakan, di mana Aryo!"
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
My Luna

My Luna

jelas Ghina. Devan mengangguk paham, dia juga satu suara tentang Adriana yang tidak akan berbohong apa lagi sampai menangis. Tapi, yang Devan kurang percayai adalah warna mata yang Ghina sebutkan tadi. di Dark Wood, tidak ada orang yang memiliki warna mata selain abu, coklat, dan hitam. Walau itu adalah campuran dari tiga warna itu, tidak mungkin ada pria yang memiliki warna mata seperti yang Ghina jelaskan.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

Kyra dengan kesal meninggalkan tempat itu dan mendului Ataya. “Ish, digituin masa langsung badmood. Acieee, yang gamon sama suara abang.” Ataya kembali harus mengejar Kyra dengan cepat, dan lagi lagi jurus anadalan Ataya adalah mengeluarkan ledekan yang membuat Kyra geram. Geramnya sosok Kyra itu, sangat menggemaskan. “Gak tau, gak tau. Gak denger, wleee.” Kyra menolehkan kepalanya sembari menjuluskan lidah merah dari mulutnya,
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
HATI ADINDA

HATI ADINDA

‘KAMU MURAHAN’ Adinda menggeram kesal, dadanya memanas, jahat sekali Kairo mengucapkan kalimat seperti itu kepadanya, serendah itukah Kairo menganggapnya, ‘KAMU MURAHAN’ Tidakkah dia sadar, dia yang membuatku murahan dia membuatku kehilangan harga diriku. Adinda menjadi tersulut dia segera menyimpan ponselnya tidak akan memperdulikan Kairo yang marah tanpa ingin tahu dahulu apa yang terjadi sebenarnya.
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 712 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

“Tidak, Lih. Gue gak berniat licik. Lo pasti ngerasain sebagai lelaki dewasa yang ditinggal berduaan sama wanita yang lo cintai? Hasrat lo muncul dan naluri lo yang bekerja.” “Gue gak gitu, Anjing! Buktinya gue bisa menjaga kehormatan Raina.” Galih menyanggah ucapan Raka dengan keras. “Lo biadab, Rak. Lo menjijikan. Lo pengecut. Lo cuma gunain cara licik buat dapetin apa yang lo mau.” “Gue minta maaf.” “Maaf lo gak ada artinya. Mulai saat ini lo bukan sahabat gue lagi!”
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

Mantra Pemikat Sang Perawan Tua

"Salah kita apa terhadap si Sumi, Nar. Sehingga dia sangat membenci kita berdua. Mungkin, si laknat itu harus dibuat mati agar penderitaan dan penghinaan terhadap kita segera berakhir." Narti menghentikan kesibukannya menyiramkan air ke tubuh Asih, dia ikut duduk di galangan sebelah sahabatnya itu. "Kamu benar, Sih. Si laknat itu memang harus dibuat mati agar penderitaan kita segera berakhir. "Bagaimana kalau kita santet saja, Sih?" ujar Narti dengan suara seperti berbisik. "Santet?" Asih mengulang pertanyaan Asih. Narti mengangguk, kembali berucap, " Hanya itu satu-satunya cara untuk kita bisa membalas dendam, Sih, tidak ada ca
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

Terutama perihal uang. Wati yang sedang belajar dikamarnya. Kemudian dengan perlahan masuk kekamar adiknya Sarah. Wati memandang adiknya yang sedang menangis di pojok kamarnya. Sarah yang melihat kakaknya datang kemudian memeluk Wati dengan erat dan berbisik. "Ibu yang sekarang jahat. Sarah nggak suka. Sarah mau lbu yang dulu," rengek Sarah sambil memeluk erat kakaknya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

"Ntar juga di kelepak-kelepek sama abang." "Pesona abang ketoprak," umpat Raka. "Sok-sokan ngeledek gue. Awas lo ya beneran suka sama Nayla, jangan sampe lo jilat omongan lo. Gue buang lo ke hutan A****n." * Nayla *
9.420.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 762 kali sebagai laknat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status