LAILA
itulah kata-kata awal yang selalu diucapkan oleh guru olahragaku, padahal seharusnya dia tahu kami sudah sangat lelah karena pelajaran yang lain, tapi dia masih menanyakan hal seperti itu.
“Laila.” terdengar suara yang seolah berbisik memanggilku.
Aku menoleh mencari asal suara itu, tapi kuperhatikan kebanyakan orang sedang sibuk memperhatikan guruku mempraktikkan cara bermain basket dengan benar, dan sebagian sibuk dengan percakapan mereka masing-masing.
“Laila.” kembali kudengar suara itu seolah berbisik di telingaku.