Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vila Melati

Vila Melati

Selain menjadi korban keganasan Nyi Roro Kidul, sapu tangannya masih ada padaku. Setiap hari kubawa benda itu saat bekerja. Bahkan detik ini, tersimpan rapi dalam kantong seragamku. Aku menjaga kemungkinan, jangan sampai si Pria tiba-tiba datang demi meminta kembali barang pribadinya. Bukankah ini sapu tangan branded dengan seri limited edition? Kusentuh aplikasi bundar bernama G****e. Mencari situs resmi merek fashion dengan lambang LV.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Gara-gara Selembar 50 Ribu

Gara-gara Selembar 50 Ribu

"Itu, 3 nomor terakhir." Saat Cepot datang ia segera membantu membuatkan pesanan yang belum sempat Nisa buat. Setelah selesai ia langsung membawa nampan untuk di bawa ke lampak besar. Lampak kecil itu sebutan untuk lampak no 1 - 20. Lampak besar dari 21 - 40. Nisa membuatkan lagi pesanan dari lampak kecil. Setelah selesai ia duduk memainkan hpnya.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

“Kalau mimpi ini bareng kamu, aku gak mau bangun.” Sore harinya, mereka berjalan ke bazar kecil di Calle Calderería Nueva. Jalan sempit itu dipenuhi toko-toko yang menjual lampu-lampu moorish, karpet, dan rempah-rempah. Aroma kayu manis dan kapulaga memenuhi udara. “Aku mau beli satu lampu ini buat kamar kita di Jakarta,” ucap Marsha sambil menunjuk lampu gantung berwarna biru tua.
10872 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

Kadang ada yang dibunuh, kadang ada yang dibiarkan lolos dengan membuat mereka setengah cacat atau sumpah paksaan. Setelah beberapa hari ke arah barat, Cang Er sedikit membelok. Kini ia menuju barat daya. Tujuannya adalah Danau Yueya yang terkenal dengan keindahan sekaligus keunikan tempat tersebut. Pasalnya, danau itu memiliki ciri khas tersendiri dalam bentuknya yang melengkung seperti bulan sabit raksasa. Jika dipandang dari bukit terdekat ketika sore hari, maka airnya akan berwarna merah terang. Ketika dipandang saat malam hari, maka Danau Yueya memantulkan gambar bintang dan bulan dari langit.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Don't Be Silly. It's Precious

Don't Be Silly. It's Precious

tanyaku seraya menahan tawa. "Lakukan saja keduanya, ini masih siang, kita kembali saat malam kan? Aku ingin mencoba makanan khas Australia," ujarnya dengan mata berbinar-binar. "Carla, apa makanan khas Australia?" tanyaku kepada Carla yang sedang sibuk mengambil foto. "Pertama kita makan Lamington, itu adalah sebuah kue sponge yang dilapisi coklat dan ditaburi kelapa, itu sangat enak!" ucap Carla dengan semangat.
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

Tuan, Kau Sudah Berjanji Menjagaku

ucapnya lembut sambil menuangkan air hangat di bar mini dalam kamar, memberikannya pada Erika, "Selamat datang di kediaman Lamparska, Nona Erika.” “Murcia? Lamparska?” Erika mengulang dan kedua bola matanya terbeliak karena terkejut. Nama Lamparska sama sekali asing baginya. Namun Murcia, ia tahu adalah salah satu kota terindah di Spanyol.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
BI-LA

BI-LA

Bita dan Kara langsung menatap Nila dengan tatapan kesal, “Mia itu lho, yang kemarin pas wisuda dapat IPK 3.9 nyaris sempurna banget.” “Oh, tau.” Nila ingat soal salah satu temannya yang mungkin emang tiap hari sarapannya buku, soalnya pinter banget. “Tapi, kok dia bisa tau –maksud gue, emangnya dia kenal Abu?” Bita menggeleng, “Namanya Biru. Kalau Abu sih, peliharaannya Aladdin.” Nila tertawa, “Iya, sorry. Maksud gue Biru.”
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lampau
Baca
+Pustaka
Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Pengantin Pengganti untuk Suami Buruk Rupa

Ia langsung berkeliling membuka semua tirai dan memeriksa sudut. “Ini dimana?” Ruby sama sekali tidak mengenali keberadaannya. Ia hanya melihat satu bangunan lain dari jendela—putih besar di tepi danau. Danau itu tidak sebesar yang ada di Zurich tanpa kapal juga. Dari pemandangan itu Ruby tahu kalau mereka tidak berada di kota. “Lago de Chapala. Selatan Guadalajara,” kata Ed. “Oh.” Ruby buta sama sekali. Ia bahkan belum pernah mendengar nama daerah itu.
1076.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai lampau
Tampilkan Ulasan (38)
Baca
+Pustaka
Ernhy Ahza II
yg pling ku suka itu saat Asher mlah menuduh ruby dan trnyata dia slah orng krna blum tau ruby memiliki kembran ... pas tau klu orng yg dia kata"in trnyata slah orng kicep deh tuh si Asher ... Bgtu pun dngan Liz dia nggak tau klu Asher itu tamu ed ... Seru dan bkin ngikik baca mreka sprti tkus & kucing
ENY YULIKA
Kalo tentang ide cerita setiap novel pasti memiliki keunikan tersendiri. Tapi tentang kekuatan bahasa novel ini adalah yang terbaik yang pernah saya baca. Author jelas memiliki kecerdasan tingkat tinggi yang tidak bisa saya bayangkan dari mana dia mendapatkannya. Satu kata "terima kasih"... .........
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status