Digilai Psikopat
Sambil bertumpu pada tangan kursi, kudorong tubuhku untuk bisa berdiri tegak.
Bagus, Disha. Tidak jauh, hanya sampai depan pintu.
Perlahan tapi pasti. Kuseret kakiku ke depan secara bergantian. Ketika rasa linu mendera, aku mengendalikannya dengan sedikit membungkuk dan menguatkan genggamanku pada sisi depan ranjang. Saat linunya mulai menghilang, kucoba selangkah berikutnya. Kali ini, aku tidak ingin sekadar menyeret kakiku. Aku ingin mencoba suatu langkah kecil. Kunaikkan kakiku sedikit ke udara dengan rentangan tangan sebagai penyeimbang. Lalu siap-siap menjatuhkannya kembali dengan perlahan ke depan.
Bab Populer