Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hampir Hilang Karena Penasaran

Hampir Hilang Karena Penasaran

Semua detil diperluas dengan sensory detail, sehingga pembaca ikut merasakan ketegangan. Aku menulis strategi mental terakhir: menahan dorongan, mengalihkan pikiran, membangun rutinitas positif, menulis skenario imajinatif, visualisasi konsekuensi, dan memetakan langkah berikutnya. Setiap langkah dijelaskan panjang, menambah kata sekaligus memperdalam pengalaman batin tokoh.
508 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

CEO Dingin Itu Mentor Bercintaku

Akash sengaja menggantung kalimat untuk mendramatisasi suasana. “Tapi, Pak?” “Tapi penulisan ini harus rahasia. Penulisnya pun anonim. Kalian akan membungkus kenyataan dengan sentuhan fiksi yang hampir-hampir nyata. Sampai pembaca tak bisa membedakan, mana yang fiksi, mana yang nyata.” Napas Direktur tercekat. Akash menoleh pada Gista.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Bukan Surga Impian

Bukan Surga Impian

"Iya, ayo kita mulai saja." Maka beberapa menit setelahnya, Jenna mencoba untuk melupakan masalahnya sejenak. Dia harus fokus untuk menyampaikan materi kepenulisan pada mahasiswa dan mahasiswi kampus UNITA. "Dalam menulis, hal penting lainnya adalah melibatkan perasaan atau feel. Tentu dalam menulis, pikiran kita berimajinasi tentang apa yang sedang terjadi dalam alur cerita, atau apa yang sedang dilakukan oleh si tokoh dalam cerita. Semua penyampaiannya harus rinci, agar sampai feel-nya ke pembaca. Sampai sini, ada yang mau bertanya?" Ini memang masih belum waktu untuk sesi pertanyaan, tapi Jenna ingin lebih dulu berinteraksi dengan para audiens di depannya.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Ku Tentukan Takdirku

Ku Tentukan Takdirku

Ia menatap layar ponsel itu lama, sebelum menulis sebuah catatan singkat di memo digital: > “Langkah pertama: bukti finansial. Langkah kedua: bukti hubungan pribadi. Langkah ketiga: publikasi.” Senyumnya muncul perlahan — dingin, tapi penuh kemenangan. Ia tahu, ketika tiga langkah itu selesai,Raka tidak akan punya ruang untuk melarikan diri. Namun sebelum ia bisa mematikan layar ponsel, satu pesan baru masuk. Nomor tak dikenal.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Ibu Pengganti untuk Bayi Bapak Kos

Ibu Pengganti untuk Bayi Bapak Kos

"Maaf! Nih, bukunya. Bawa ke kamar kamu saja. Poin-poin yang harus kamu masukin ke dalam karya ilmiah udah saya tandain. Saya nggak bisa bantu kamu kali ini, ada rapat. Nanti aku datang ke kamar kamu untuk periksa setelah rapat." Eva mengangguk dengan senyum sumringah. Setidaknya dia tidak perlu membaca buku 300-an halaman itu. Rafa meringankan tugasnya. Dia bisa lebih cepat menyelesaikan karya ilmiahnya. "Tangan kamu, olesi dengan ini." Rafa menyerahkan minyak dalam kemasan botol kecil.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dosen Galakku, Suami Rahasiaku

Dia duduk lebih dulu, lalu mengambil proposal Jingga yang tadi tergeletak di meja. Dan seketika wajahnya berubah. “Latar belakang kamu betele-tele. Paragraf pertama sampai ketiga isinya muter-muter. Intinya di mana?” Jingga mengerjap. “Kan saya jelasin dulu fenomenanya, Prof—” “Fenomena itu bukan curahan hati.” “Lho?” “Kamu pakai kalimat opini terlalu banyak. ‘Menurut penulis’,’penulis merasa’,’penulis beranggapan’... kamu sedang menulis skripsi bukan diary.”
1063.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Suhu dingin dari permukaan meja merambat naik ke sikuku. Menulis sesuatu yang dekat berarti aku harus mengambil sampel dari darahku sendiri. Aku harus menorehkan pisau itu ke kulitku. Tanganku mulai bergerak. Ragu pada awalnya, namun lambat laun menemukan ritmenya. Suara ketukan keyboard memenuhi ruangan, berpadu dengan deru napas yang mendadak terasa lebih dangkal. Aku mulai mengetik tentang sebuah konsep. Sesuatu yang selama berminggu-minggu bersarang di kepalaku.
9.471.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

FORBIDDEN LOVE (Cinta Terlarang)

Punya kualitas bacaan bagus, dan paham selera pasar. Saat mengkritik, tidak memaksakan pendapat pribadi. Harus pangkas ini pangkas itu tanpa diskusi dengan penulisnya. Akhirnya justru kehilangan karakter authornya sendiri. Paham tentang selingkung. Bahwa nggak semua tulisan fiksi harus disamakan dengan artikel, skripsi atau jurnal. Detail tentang logika dan banyak pengetahuan (saat harus riset). Gimana caranya biar diterima jadi editor NAF, Bang?
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 422 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Sang CEO yang Pergi Saat Mengandung Anaknya

Istri Kontrak Sang CEO yang Pergi Saat Mengandung Anaknya

Tentang proses. Tentang pilihan. Tentang mengapa ia menekan tombol itu. Ia menulis pelan. Tidak emosional. Tidak meledak-ledak. Ia tidak menyebut nama. Tidak menuduh. Ia hanya mencatat kronologi— seperti yang selalu ia lakukan. Satu jam berlalu. Dua. Dokumen itu belum selesai. Namun arahnya jelas. Ini bukan langkah kabur.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Raja Teknologi

Kebangkitan Sang Raja Teknologi

Clara berdiri dengan spidol di tangan, menatap papan tulis kosong. “Baiklah, kita mulai dari awal,” ucapnya akhirnya, mencoba menegakkan punggung. Suaranya terdengar mantap, meski getar samar tak bisa disembunyikan. Ia menulis dua kolom besar. Yang Kita Tahu dan Yang Kita Tidak Tahu. “Kita tidak bisa menunggu keajaiban. Kita harus menyusun langkah dengan informasi seadanya.”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai langkah langkah menulis fiksi ilmiah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status