CEO Dingin Menolak Ingat, Tubuhnya Menolak Lepas
Jawabnya dingin, sembari menunjuk ke arahku menggunakan dagunya, “Tugas anda adalah mengikuti aktivitas saya, mewawancarai beberapa anggota keluarga, dan menyusunnya menjadi sebuah narasi yang padat. Saya sangat menghargai kelugasan. Jadi, jangan memasukkan metafora atau bualan puitis ke dalam buku saya.”
Aku mendengus pelan, hampir tertawa sarkastik, namun masih berhasil kutahan, “Anda tidak perlu khawatir. Saya sudah sangat terbiasa menulis fakta, bukan dongeng sebelum tidur. Tapi sebelum kita menandatangani apapun, ada satu hal yang ingin saya pastikan.”
Raka menaikkan sebelah alisnya yang tebal, “Apa?”