Pria Alfiyah
Iklil membayar transaksi, lalu turun dari taxi itu dengan terburu-buru.
"Terima kasih, Pak."
"Sama-sama, Mas. Ini kembaliannya ...." Iklil tidak menghiraukan supir itu. Berlari, ingin cepat bertemu uminya. Iklil mengahampiri resepsionis, menanyakan kamar uminya. Lantai empat pintu 348. Dengan cekatan, Iklil masuk lift, memencet tombol lantai empat. Dentingan berbunyi, hanya 30 detik, Iklil sudah berada di lantai empat. Sekarang mencari pintu nomor 348, bola mata Iklil mengamati, mencari satu persatu. Nomor itu terpampang pada pintu paling pojok sebelah kanan, yap, pintu 348. Iklil segera membuka pintu itu, terdapat Laki-laki paruh baya tengah mengerjakan solat dzuhur, dan wanita yang disayan
Bab Populer