Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rindu yang Lupa

Rindu yang Lupa

Semakin bertambah usia, bertambah pula cara mereka menginstankan pencernaan. Akhtar membantu Caca membawa lukisan-lukisannya masuk. Diletakkan di sebelah ruang tamu, diberdirikan secara acak dan tumpang tindih. Tatkala itu Lala sedang membaca tabloid remaja di depan jendela, pemandangan langit kuning yang membentang dari nganga bingkai gorden memotret wajah seriusnya di alam visualisasi. Gadis muda itu tak sempat menyapa Akhtar, ia sibuk menekuni kabar update seputar masa pubertas.
105.2K viewsOn holdAdded to Library 162 Times as layar kaca 24
Read
+Library
are we in love yet?

are we in love yet?

jawab Lara “rumit banget La, rumit! Otak gue ngebul mikirinnya” ucap Al dan dijawab kekehan oleh Lara, “makanya jangan tanya gue tentang itu ah” ucap Lara “mantai yuk!” ajak Al tiba-tiba, “random banget sih bestie” jawab Lara, “mingdep libur semester tuh, lumayan kita healing, ke Santolo aja yang deket La” ucap Al, “berdua nih?” tanya Lara, “ya kagak lah, lo punya suami masa jalan sama gue berdua doang? Dikira pelakor nih gue entar sama kakek. Tapi La, gue bakal kangen banget momen berdua sama lo” ucap Al dengan nada sedihnya, “ya lo cari cewe lah yang bisa tiba-tiba lo culik buat nonton horror midnight, ngopi di kaki gunung sampe motor lo overheat, beliin lo action figure captain Amerika—“
2.9K viewsCompletedAdded to Library 57 Times as layar kaca 24
Read
+Library
Teratai Yang Layu

Teratai Yang Layu

setelah mengeluarkan kata-kata pada telinga Yuda, Agista berlalu ke kamarnya kembali. Yuda meraih benda pipih yang ada di atas nakas yang dia simpan di samping tempat tidur mamanya. Melihat-lihat galeri foto Agista yang kala itu rambutnya masih terurai dan belum ditutupi kerudung.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 159 Times as layar kaca 24
Read
+Library
Angkasa Merah di Kota Kertas

Angkasa Merah di Kota Kertas

Aku membuka mata lagi, dan tidak ada satu pun dari kami berkomentar melihat markas pergolakan itu. Ruangan itu sebenarnya tidak terlalu luas, tetapi menampung begitu banyak hal. Rasanya seperti melihat markas rahasia. Beberapa layar menempel di dinding dengan layar utama sebesar lima puluh inci. Beberapa layar di sekitar mengelilingi dengan layar yang lebih kecil. Total tujuh layar, dengan tiga layar di setiap sis layar utama. Nyala lampu membuat layar ikut menyala, menampilkan latar hitam diringi gemeresak kecil. Aku melihat sisi lain, ada banyak hal yang harus diperiksa. Rak buku, meja kerja, dan banyak hal lain.
108.2K viewsCompletedAdded to Library 301 Times as layar kaca 24
Read
+Library
TERIKAT KONTRAK TUAN MUDA

TERIKAT KONTRAK TUAN MUDA

​Pukul sebelas lewat tiga puluh menit. ​Lantai kaca The Lynx bergetar hebat seiring dentuman bas dari pelantang suara raksasa. Tata lampu berkedip menyambar-nyambar dengan tempo agresif, menyinari kerumunan orang yang saling berdesakan di lantai dansa.
431 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as layar kaca 24
Read
+Library
Tunangan Kontrak Sang CEO

Tunangan Kontrak Sang CEO

“Kalau ada yang kau lihat, panggil aku.” Lantai 43 memperlihatkan lorong yang biasanya sunyi, lampu sensor menyala padam. Tidak ada orang. Lantai 5—lounge tamu—menunjukkan kursi-kursi kosong, vending machine memantul cahaya biru. Waktu di layar menunjuk 01:57, 02:03, 02:11. Pada 02:12 sebuah bayangan melintas cepat di tepi frame—tinggi sedang, rambut tergulung. Aku berhenti, memutar ulang, memperlambat, menambah gain. Bayangan itu membuka pintu coworking tanpa ragu—yang berarti ia tahu kartu mana yang bekerja.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as layar kaca 24
Read
+Library
Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku

"Selamat datang di Level 2. Bagaimana gorong-gorongnya? Cukup menyegarkan?" Aku melangkah mendekati kaca pembatas, menggedornya dengan popor senjata. BUK! BUK! BUK! Kaca itu tidak bergeming. Kaca polikarbonat anti-peluru setebal tiga inci. Bahkan granat pun tidak akan bisa menembusnya. "Jangan buang tenagamu, Rey," ejek Viper. "Kaca itu didesain untuk menahan ledakan dari dalam. Nah, mari kita bicara bisnis."
9.8241.7K viewsCompletedAdded to Library 8.9K Times as layar kaca 24
Show Reviews (21)
Read
+Library
Teguh Imam
sebenernya bagus sih crita awalnya karena kesetiaan kepada Amanda istri sahnya tp semakin lama critanya menyimpang dari seharusnya..ayah mertua yg seharusnya melindunginya malah menggagahi Amanda menantunya sendiri,sedangkan Rey suaminya malah selingkuh..aku harap Rey bisa berubah tetap pada Amanda
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Terjebak Cinta Ketua Geng

Terjebak Cinta Ketua Geng

“Ini kenapa judulnya masih beda ukuran?” Nadin yang sedang duduk di sampingnya menoleh. “Hah? Yang mana?” “Ini.” Aeloria menunjuk layar. “Yang satu dua puluh empat, yang satu dua puluh delapan.” Nadin mendekat dan melihat layar. “Emang kelihatan?” Aeloria menatapnya seolah pertanyaan itu sangat aneh. “Kelihatan.” “Ya udah, nanti gue benerin.”
738 viewsOngoingAdded to Library 28 Times as layar kaca 24
Read
+Library
ITOPERA

ITOPERA

jawab Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel yang menampilkan permainan game pubg. Alice membuka pintu jendela dengan sangat hati-hati. Ekor matanya tidak pernah lepas menoleh ke arah Mark maupun Naresh. Rupanya kedua laki-laki itu tidak sadar. Dia menggeser jendela kaca ke depan, dan belakang, mencoba mencari posisi yang pas sebelum menguncinya. "Ini kok macet ya." "Pelan-pelan Lice, silau," kata Luna yang sedang menutupi wajahnya dengan sebelah tangan, karena pantulan cahaya dari kaca jendela.
92.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as layar kaca 24
Read
+Library
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Burung Bangau Api, yang sayapnya berpendar seperti matahari kecil. Kadal Batu Bermata Giok, penjaga diam yang tak pernah berkedip. Liang Qiao, anak kedua, ahli pembuatan array tingkat tinggi. Di telapak tangannya sering tergurat pola bercahaya yang bisa membelokkan serangan, menutup ruang, atau mengikat angin menjadi sangkar tak kasatmata.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 94 Times as layar kaca 24
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status