Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DAISY

DAISY

ucap Daisy tegas. Penuh penekanan dan tanpa belas kasihan.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 194 Times as lazily
Read
+Library
LOL

LOL

Ucap Liza “Si bijak memang yang terbaik.” Afriya memuji Liza karena ucapannya tadi “Forget it.” Nira berjalan mendahului mereka dan duduk di bangkunya Tidak ada bel yang berbunyi, tidak ada pelajaran yang memuakan dan hanya ada waktu luang yang menyenangkan. Nira membuka mulut dengan senyum lebarnya . “Apa kalian tidak merasa bosan?” tanya Nira
101.9K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as lazily
Read
+Library
Mate

Mate

kata Mas Wira membuatku menatapnya dengan tatapan nahan gondok. Aku berjalan di belakang Hafiz. Ia memperlambat langkahnya hingga kami beriringan. Sepanjang jalan kami diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. “Bentar.” Hafiz menahanku yang hendak menyebrang. “Ayo.” Hafiz menarik tanganku, sedangkan tangan kanannya di arahkan ke kendaraan agar berhenti dan membiarkan kami menyebrang. “Mas saya pesan vanilla latte, ya.” pesan Hafiz. “Kamu mau apa?”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as lazily
Read
+Library
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10431 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as lazily
Read
+Library
LILY

LILY

Lily tidak ingin merepotkan orang lain. Tubuhnya yang semakin lemas membuatnya tidak bisa bergerak lebih leluasa. Ia kembali membaringkan tubuhnya dan mulai tertidur. Bagaimana tubuhnya tidak lemas jika sejak tadi ia belum makan apa pun. Lily terlalu malas untuk membuat makanan. Padahal sekarang zaman sudah modern dan bisa memesan makanan lewat online. Tapi, entah mengapa ia malas walau hanya sekedar memesan lewat telepon genggamnya.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 142 Times as lazily
Read
+Library
LUKA

LUKA

"AYAAAHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!" ****
87.7K viewsOngoingAdded to Library 284 Times as lazily
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

Rasanya, ia ingin memukul Yuni sepuas hatinya bila dirinya dan sahabatnya itu tidak sedang berada di pesantren. Marisa menghampiri meja dan membuka laci mejanya. Ia berniat mencari obat penghilang rasa sakit tetapi dirinya menemukan amplop surat berwarna merah. Marisa segera membukanya dan isinya adalah : ~Dear Zahra Yang Paling Aku Benci~
1.9K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as lazily
Read
+Library
PROMISE

PROMISE

“Kamu mau apa, La?” “Maksudnya?” “Apa yang mau kamu beli? Nati aku belikan.” “Maksudku bicara seperti itu bukan karena aku minta dibelikan sesuatu, Phi.” “Iya Lila, Sayang. Aku tahu itu, hanya saja aku memang ingin membelikan sesuatu buat kamu. Kamu mau apa? Mobil, perhiasan, rumah?” “Dih, sombong. Mentang-mentang uangnya banyak.”
105.8K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as lazily
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status