Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

ceplosku, dengan cepat kubekap mulutku dengan tangan, karena secara tidak sengaja aku membocorkan bahwa cerbung buatanku tidak begitu laku di kalangan pembaca. Terlihat Pak Christian dan dan yang lain tertunduk, hanya Abi saja yang terlihat masih belum puas menyerangku. Sangat jelas terlihat dari caranya tersenyum, miring, dan sinis. "Kalau cerbung kamu nggak laku itu bukan karena salah promosinya, tapi karena memang cerbung kamu itu nggak menarik, tulisannya nggak bagus. Jangan samakan dong, dengan majalah yang saya pegang!" jelas Abi mengejekku. Mereka yang berada di sana pun terlihat tertawa dalam diam. Aku benar-benar tidak habis pikir dan tidak percaya, di depan mereka Abi membahas kual
1065.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Usai Keputusan Cerai

Usai Keputusan Cerai

Setelah ini nggak akan ada lagi kalimat 'jodohin aja sama Om Ble/Mas Bre, di cerbung saya selanjutnya, 😁😁😁 - Terima kasih banyak saya ucapkan kepada teman-teman pembaca setia Hilya, untuk unlock-nya, subscribe, dan komentarnya. - Kita bertemu lagi di cerbung selanjutnya. - Judul untuk cerbung baru : AKU DI ANTARA KALIAN. Tapi belum ada di GN. Tunggu beberapa hari ke depan, ya. - GIVE AWAY Untuk 10 komentar terpilih di bab ini, akan mendapatkan hadiah pulsa dari saya. Besok jam 9 malam, akan saya umumkan pemenangnya di komentar sini ya.
9.8358.0K viewsCompletedAdded to Library 14.3K Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Show Reviews (66)
Read
+Library
Alodia Erica Christy
storyline nya best, especially watak FL yg kuat, tapi saya penasaran, watak mas bre dari mana? sbb readers mula menyebut namanya di ruang comment bermula di chapters 9. spill novel nya please, kalau mas bre dari novel lain, anyway you deserve more then 5... keep it up author. reader dari Sarawak.
Hariyasdika Fajar Pratiwi
Big Thanks utk author kesayanganku mba Lis Susan. cerbung paling favorit Rahasia Tiga Hati yg ketiga tokoh utamanya bikin gagal move on terutama mas bre. akhirnya mas bre ku dikasih kehidupan kedua di cerbung ini, setelah sekian purnama cuman jadi cameo di judul2 sebelumnya wkwk. love u sekebon mb ...
Read All Reviews
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Ini penghapusan.” Di luar, hujan turun tiba-tiba. Bukan hujan biasa—keras, berat, memukul tanah yang sudah rapuh. Air mengalir terlalu cepat, membawa lumpur dan serpihan akar. Dewi tahu tanda ini. Alam sedang bicara. Seorang lelaki tua melangkah masuk. Kulitnya legam, matanya tajam. Ia memperkenalkan diri singkat, tanpa gelar. “Kami menunggu.”
1.1K viewsOngoingAdded to Library 38 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Lelaki untuk Deline

Lelaki untuk Deline

"Kau bisa bayangkan, El. Ini sudah jam sebelas, hampir jam dua belas, dan hujannya bahkan tak menunjukkan tanda-tanda mereda." "Tunggu saja setangah jam lagi. Lagi pula, udara dinginnya menyenangkan," ujar gadis yang disebut El itu, kemudian berlalu sambil melepaskan celemeknya. Deline, seorang perempuan penikmat hujan. Hatinya selalu bahagia ketika langit menumpahkan airnya. Di usia yang cukup matang, yakni dua puluh lima tahun, perempuan yang kerap dipanggil El tersebut bahkan belum merencanakan pekerjaan selanjutnya. Pekerjaan yang seharusnya ia lakukan sesuai dengan jurusan yang diambi semasa kuliah.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Sketsa Hujan

Sketsa Hujan

Aksara merogoh saku jaketnya, menggenggam jemari Elang yang kasar karena terlalu banyak blusukan hutan untuk riset-riset semasa kuliah. "Di sana nggak ada sinyal yang bagus, Lang. Kamu tahu itu," bisik Aksara. Suaranya nyaris tenggelam oleh deru mesin pesawat dari kejauhan. Elang tertawa kecil. Tawanya masih sama, renyah dan seolah tanpa beban, meski Aksara tahu ada retakan yang disembunyikan pria itu di baliknya. . "Tapi ada hujan, kan? Kita sudah sepakat. Kalau kamu kangen, gambar hujan. Kalau aku kangen, aku bakal kirim rekaman suaranya lewat kurir kapal kalau perlu."
103.5K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Pengantin Lelaki Pengganti

Pengantin Lelaki Pengganti

lirih Bening sambil berjalan keluar seakan menutup pembahasan tanpa menunggu adanya persetujuan dari seseorang yang terlihat kebingungan disana. Belum ada kepastian dengan perasaan Bening. Ia memberi jawaban yang tidak memuaskan bagi Kunang. Lelaki itu mencoba berenang di kolam. Ia berenang sambil menahan napas. Ingin sekali dirinya menghapus kenangan bersama Karina. Supaya dirinya tidak lagi mengingat perempuan itu. "Aku sebenarnya sudah mengakui bahwa aku cemburu di dalam hatiku.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 226 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
LELAKI CADANGAN

LELAKI CADANGAN

KRAK Satu buah tendangan Alex berhasil membuat lelaki di depannya terhempas ke lemari di ujung kamar hingga membuat lapisan kaca itu retak seketika. "Nyonya, ayo pulang!" Ucap Alex sambil membopong Luna. "Kau akan menyesal telah merusakkan rencanaku!" Ucap si lelaki itu kepada Alex. "Katakan itu sekali lagi dan kau tidak akan keluar dari sini dengan selamat!" Jawab Alex sambil membopong Luna karena wanita itu sudah sangat lemah. Di floor utama, Alex melewatinya begitu saja sambil membopong Luna, Ini rupanya cukup menarik perhatian sehingga ada beberapa orang yang mengabadikan momen ini dengan kamera ponselnya secara diam-diam.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

Dalam perjalanan pulang, Aara dan Citra mencipta hening. Aara sekali-kali menoleh ke arah Citra, namun dilihatnya, sahabatnya itu masih terlihat sangat sedih. “Cit….” “Iya,” jawab Citra, pelan. “Aku mau bertanya, aku masih bingung!” “Iya.” “Kamu dulu pernah cerita tentang kakak senior kamu, yang kamu sebut kak Man. Tapi, tadi Hendri sebut abangnya itu Fajar?”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

Valeri tertawa lirih: “Lucu ya, setelah semua yang kita lewati… ujungnya bukan peluru, bukan penculik… tapi ikan lapar.” “Mungkin mereka cuma ingin selfie dengan pahlawan dan gadis cantik yang tersesat.” Valeri menatap laut: “Kalau begini, aku ingin mati dengan indah… ditemani laut, bintang, dan seorang detektif yang sarkastik.” Badai menjawab: “Jangan terlalu puitis, nanti hiu-hiu itu terharu dan malah pergi.”
101.1K viewsOngoingAdded to Library 28 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

Janda Ceroboh dan Pengacara Dingin

bisik Erin lembut, mengusap punggung suaminya. Namun alih-alih menenangkan, ucapannya justru menyiramkan bensin ke bara. "Wanita itu harus disingkirkan. Aku tidak mau punya menantu yang tidak jelas asal-usulnya. Apalagi dengan berita yang sekarang beredar, dia bisa mencoreng nama baik keluarga," kata Erlangga tajam. "Benar, Pa. Dia itu kampungan, memalukan. Kita harus cari tahu lebih jauh tentang dia. Temui mantan suaminya, gali informasi," tambah Erin, suaranya tenang tapi penuh racun.
1019.9K viewsOngoingAdded to Library 774 Times as cerbung lelaki pembenci hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status