Suami pengganti
Amara menunduk, menutup wajah dengan tangan, tapi aku bisa lihat senyumnya di balik itu.
Kami berjalan perlahan, sesekali berhenti di depan tenda jajanan. Amara membeli gulali berbentuk bunga, kemudian cilok bumbu kacang yang baru saja diangkat dari kukusan, lalu lanjut ke martabak mini isi cokelat keju, kemudian dilanjut ke telur gulung, batagor, cimol, lalu berakhir dimasakan seafood. Aku hanya mengikutinya, sesekali membayar, sesekali menggoda dengan komentar kecil seperti, "Porsi cemilan atau persiapan buka warung ini, Ra?"
"Ra, udah?" tanyaku ketika Amara terdiam didepan penjual jagung keju.
Bab Populer