Saat Cinta Menyapa Lagi
Karena bagi Lia dan Arka, masa depan bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses menangkap cahaya di tengah bayangan, kata demi kata, jepretan demi jepretan.
Mereka berhenti sejenak di sebuah jembatan penyeberangan, melihat lampu kendaraan yang membentuk garis cahaya panjang seperti sungai emas. Arka mengeluarkan kameranya, namun kali ini ia tidak memotret pemandangan itu. Ia memotret tangan Lia yang sedang menggenggam draf tulisan barunya.
"Untuk apa?" tanya Lia.
"Untuk mengingatkanku," jawab Arka, "bahwa di dunia yang fana ini, hanya cinta dan karya yang membuat kita abadi."
Hot Chapters