Mencintai Musuh Ayahku
Di atas meja di depan Karin, tergeletak sebuah pistol semi otomatis Sig Sauer P320 dengan lapisan baja anti pantul ringan, namun memiliki daya hancur yang mematikan.
"Senjata bukan sekadar alat untuk membunuh, Karin," suara Reno bergema di ruangan yang sunyi itu, rendah dan penuh wibawa, setiap katanya memiliki bobot yang menekan. "Senjata adalah perpanjangan dari kehendakmu. Di dunia yang kita tinggali sekarang, senjata adalah satu-satunya bahasa yang dipahami oleh orang-orang seperti Arman Wijaya. Jika kau ragu meski hanya satu milidetik, kau bukan lagi pemegang kendali, tapi kau telah menjadi mangsa yang sedang menunggu waktu untuk dieksekusi."