Terjebak Hasrat Terlarang Tetanggaku
“Aduh, Qil, maaf banget! Suamiku sudah manggil. Aku harus sudahi dulu ya teleponnya. Nanti aku telepon kamu lagi. Yang penting sekarang kamu sudah tahu namanya, Lina!”
“Oke, Min. Hati-hati. Terima kasih banyak, ya,” jawab Aqila, buru-buru menyudahi panggilan itu.
Panggilan terputus. Aqila kembali bersandar ke ranjang, matanya menatap langit-langit kamar. Lina. Siapa Lina ini? Aqila langsung mengambil ponselnya dan mulai mengetik di mesin pencari. Lina. Lina. Lina. Ia harus segera melacak wanita bernama Lina ini.