Tergoda Jerat Manis Sahabatku
Wulan baru bercakap-cakap dengan Sari setelah pagi menjelang, saat mereka menyiapkan sarapan di dapur.
“Wulan, sepertinya Santoso beneran naksir sama kamu deh,” kata Sari memulai pembicaraan itu. “Dia maksa aku untuk memberikan nomor WA-mu.”
“Trus… kamu kasih?”
“Mau gimana lagi, dia maksa sih. Gapapa, kan?”
“Ah! Kamu. Kok gak bilang dulu, sih?”
“Aku kira kamu udah tidur semalam. Jadi, aku gak bilang sama kamu. Maaf ya!”