Rindu yang Lupa
“Kau tahu Caca, adikmu sudah lancar mengucapkan huruf ER!”
Caca mengembuskan napas. “Kau dan aku dulu juga pernah tidak bisa, Kak! Ada tahapnya masing-masing sampai kita bisa mengucapkannya.” Alam berbisik memuji kecerdasan Caca yang masih kecil. Fira sebal. Ia menuntun Lala ke kamar, kembali mengintip jalanan luar, menghitung bintang bersama Lala.
“1, 2, 3, 5, 10, 15, 30, 100!” Ibu tak jua pulang. Lala mengulanginya.
ตอนยอดนิยม