Antara Cinta dan Luka
Gaun panggungnya berkibar di angin malam, tekstur kain lembut di jari-jarinya seperti pelukan ibunya, tapi jantungnya berdegup seperti tali yang nyaris putus.
Mikrofon di tangannya terasa dingin, mengingatkan sabotase Andi dan ancaman Vita: Panggung lo akan hening. “Mama, lagu ini untuk lo,” gumamnya, suaranya serak, kilas balik sorak konser sebelumnya dan kertas Ratna (D.L. = Daniel Lim, R.S. = Rudi Santoso, Tuan Haryono) seperti bayang di pikirannya. Lampu panggung berkedip, tapi Naya menarik napas, siap nyanyi Nada di Tengah Hujan.