Gerimis Bulan Desember
---
“Dan tak pernah aku sesali cintaku untukmu. Karena bagiku tlah milikimu, sudah cukup bagiku. Kemanapun aku pergi, selalu sepi tanpamu. Di manapun aku berpijak, selalu hadir bayangmu.”
Pagi-pagi Spotify membuatku melankolis. Hatiku sentimen, antara rindu dan galau. Rindu pada Inu, tapi gengsi mengungkapkannya. Padahal, lelaki itu menghujamku dengan kalimat rindu sepanjang Subuh hingga aku di bandara Pekanbaru saat ini, jam 11 siang.