Kak, Aku Kedinginan
Setiap hari, saat duduk di meja kerjanya, Eki akan melihatnya.
Setiap hari, Kak Dimas memasukkan tombol sakelar darurat yang telah diremuknya ke dalam balok resin transparan, lalu meletakkannya di atas nakas di samping tempat tidurnya.
Pecahan plastik merah yang retak dan bercak darah yang telah mengering terperangkap di tengah resin bening itu, menyerupai bongkahan amber.
Benda terakhir yang dia lihat sebelum tidur, dan benda pertama yang dia lihat saat membuka mata, selalu itu.