Petaka Di Gunung Rinjani
Setiap kata yang diucapkannya di depan kelompok, setiap pelukan yang ia berikan, semuanya dirancang untuk menutupi sedikit jejak—sebuah tawa, seutas simpati, sebuah instruksi yang terdengar tulus.
Ia mempersiapkan jejak palsu: cakar yang dipahat pada pohon, bulu hewan yang diselipkan di semak, rasio darah yang ditaburkan pada tanah berpasir. Semua dibuat untuk mensugesti bahwa alamlah yang bertanggung jawab. “Gunung ini akan menutupi semua,” gumamnya. Dan ia benar: medan yang ganas, cuaca yang tidak bersahabat, serta kelemahan kelompok—semua itu adalah sekutu yang tak bersuara.
Bab Populer