Ibu Mertuaku Penuh Drama
Bapak menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
“Ini aku ada beli nasi padang, kita makan sama-sama ya, Pak? Oya, Ibu ke mana?” aku menaruh tiga bungkus nasi padang di atas meja.
“Ibumu kalau jam segini pasti sudah tidur, habis Isya pasti sudah ngorok.” Bapak mulai membuka bungkusan nasi padang, sepertinya ia tak sabar, sudah lapar.