Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)
Tanya Jeremy dengan entengnya.
“Brengsek! Jangan macam-macam kau, Jer!!”
“Hanya satu macam, Earl. Berkencan dengan istrimu yang cantik dan membuatku terpikat. Lagi pula dia single kan, pernikahan hanya status, hatinya tidak ada yang memiliki, lalu apa salahnya, kau sebagai sahabat harusnya mendukungku, dia terlihat bahagia bersamaku. Tidak lihat bagaimana wajah polos penuh kekagetannya saat berselfie denganku. Uhhh, dia sangat menggemaskan dengan wajah polos itu.” Jeremy terus berbicara panjang lebar sengaja membuat Earl semakin mendidih di sana.